
Menurut Widodo Muktiyo di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, pers merupakan pilar penting untuk membangun demokrasi yang berkualitas.
Ia melanjutkan, dengan berbagai perubahan yang terjadi saat ini yang berujung pada era disrupsi, maka pers dan teknologi dua komponen penting dalam mewujudkan informasi publik yang berkualitas.
“Misalnya dalam sisi identitas bangsa, bagaimana Indonesia berupaya mewujudkan integritasnya di kalangan regional maupun internasional melalui berbagai kegiatan seperti menjadi Keketuaan G-20, KTT ASEAN, dan sebagainya,” kata Widodo saat menjadi pembicara utama dalam diskusi fokus berkelompok (FGD) yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan tema “Peran Media Dalam Membangun Komunikasi Publik Yang Berkualitas” itu.
Dari sisi Goverment Public Relations (GPR), pemerintah menyiapkan sejumlah strategi agar informasi yang diterima publik sesuai dengan yang diharapkan dan targetkan. Misalnya dengan membuat perencanaan isu bersama yang melibatkan stakeholder terkait seperti LKBN Warga Berita, RRI dan TVRI.
“Termasuk nation branding di era 4.0. Tujuannya agar pesan-pesan pembangunan dapat diterima publik dalam skala yang luas dan dipahami semua pihak,” kata dia. Namun, ia mengakui, dengan berbagai perubahan yang terjadi baik dari sisi sumber dan penyebaran informasi maupun teknologi maka dibutuhkan pengaturan agar menjadi acuan bersama semua pihak terkait.
Ia mengungkapkan, saat ini tengah dipersiapkan sistem komunikasi publik nasional sebagai acuan bersama semua pihak terkait dalam menyampaikan informasi tersebut. “Ini tengah dipersiapkan peraturan presidennya,” ujar Widodo Muktiyo.
“Jadi inilah dimensi komunikasi, bisa melindungi semua tumpah darah Bangsa Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan bangsa,” katanya menegaskan.
Hadir sekaligus menjadi pemantik dalam FGD tersebut Ketua PWI Pusat Hendry Ch Bangun, Komisioner












