WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 – Universitas Sebelas Maret

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
19 Februari 2024
Reading Time: 4 mins read
0
PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 – Universitas Sebelas Maret

UNS — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi mengadakan kegiatan International Epilepsy Day 2024 pada Sabtu (17/2/2024) di Auditorium FK UNS. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang apa itu penyakit epilepsi dan bagaimana cara penanganan pada pasien epilesi saat penyakitnya kambuh. Selain itu kegiatan ini juga untuk memperingati International Epilepsy Day yang dirayakan setiap minggu kedua pada bulan Februari.

Sebanyak 200-an siswa-siswi SMP dan SMA di sekitar Kota Solo menghadiri acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PMI Kota Surakarta Bidang Organisasi, Dr. H. Sunarto Istianto, M.Si.; Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Edi Purwanto, S.E., M.M.; Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Cabang Surakarta, Dr. Pepi Budianto, dr., Sp.N(K).; Kepala Bagian Neurologi FK UNS, dr. Rivan Danuaji, Sp.N(K) dan Plt. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FK UNS, Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr., Sp.N(K).

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Neurologi FK UNS, dr. Rivan Danuaji, Sp.N(K). mengatakan, penyakit epilepsi pada saat ini menurut World Health Organization (WHO) diderita oleh sekitar 50 juta orang di seluruh dunia. Namun dengan banyaknya penderita epilepsi ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup oleh masyarakat. Masih banyak stigma negatif dan penanganan yang salah ketika penderita epilepsi mengalami kejang dan kambuh penyakitnya.

dr. Rivan berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan peserta yang hadir tentang penyakit epilepsi dan cara penanganan yang tepat. “Kegiatan ini memang kita harapkan menggugah atau membangkitkan kesadaran, awareness, meningkatkan pemahaman teman-teman semua tentang epilepsi sehingga nanti bisa berbuat lebih banyak sehingga tidak salah melangkah dalam penanganannya,” ucapnya.

Ketua PERDOSNI Cabang Surakarta, Dr. Pepi Budianto, dr., Sp.N(K) menyampaikan bahwa penderita epilepsi sama seperti orang pada umumnya. “Mari kita bersahabat dengan teman-teman kita penderita epilepsi karena penderita epilepsi juga berhak untuk hidup seperti orang pada umumnya, seperti kita semuanya,” ucapnya.

Pada materi tentang overview Epilepsi dijelaskan oleh Dr. Diah yang menyampaikan jika penyakit ini salah satu tandanya adalah terjadinya kejang walaupun tidak semua kejang merupakan tanda dari penyakit epilepsi.

“Kejang terjadi ketika ada muatan listrik yang berlebihan pada neuron atau sel saraf sehingga menyebabkan gerakan yang tidak terkendali. Gejala yang terjadi tergantung pada daerah otak yang terganggu, apakah di lobus frontal, lobus temporal, lobus parietal, lobus oksipital yang semuanya itu masing-masing mempunyai pusat kontrol sendiri-sendiri,” jelas Dr. Diah.

PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 1
PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 2
PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 3

Jika salah satu area tersebut terganggu maka kontrol pada tubuh juga akan terganggu. “Tidak semua gejala epilepsi saat kambuh itu semua tubuh akan kelojotan, ada yang gejala epilepsinya berjalan memutar-mutar atau bahkan hanya diam,” tambahnya.

Menurut dr. Krisandi Hartanto, ketenangan saat menangani orang yang sedang kambuh epilepsinya adalah hal yang penting agar tidak terjadi kesalahan saat penanganan yang bisa memperparah keadaan.

“Langkah pertama adalah tetap tenang, jangan panik. Jika pasien berada di tempat yang membahayakan, segera pindahkan ke tempat yang lebih aman. Jauhkan pasien dari benda-benda yang bisa melukai pasien. Miringkan pasien dan berikan alas yang empuk pada kepalanya. Longgarkan ikat pinggang atau krah baju pasien dan jangan memegangi pasien dengan kencang, biarkan saja pasien bergerak saat kejang namun tetap dalam pengawasan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jangan pernah memasukkan benda apapun kedalam mulut pasien atau memberinya air minum karena akan beresiko membuat pasien tersedak.

Kegiatan ini sangat menarik bagi ratusan peserta yang hadir, hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat sesi tanya jawab.

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan International Epilepsy Day 2024, dr. Faris Khairuddin Syah, Sp.N., stigma negatif dan mitos yang selama ini melekat pada penderita epilepsi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit epilepsi.

Padahal menurutnya penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga tidak perlu ada hal yang ditakutkan tentang penyakit epilepsi ini apalagi menjauhi penderita epilepsi.

“Saya berharap kita semua dapat hidup berdampingan dengan Orang Dengan Epilepsi (ODE), kita bisa memberikan respon yang sesuai, respon yang dibutuhkan agar orang dengan epilepsi bisa hidup dengan nyaman, hidup tenang, sama seperti kita, bisa sekolah, bisa belajar dan bisa sukses berkarir,” harapnya. Humas UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

UNS — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi mengadakan kegiatan International Epilepsy Day 2024 pada Sabtu (17/2/2024) di Auditorium FK UNS. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang apa itu penyakit epilepsi dan bagaimana cara penanganan pada pasien epilesi saat penyakitnya kambuh. Selain itu kegiatan ini juga untuk memperingati International Epilepsy Day yang dirayakan setiap minggu kedua pada bulan Februari.

Sebanyak 200-an siswa-siswi SMP dan SMA di sekitar Kota Solo menghadiri acara yang dihadiri oleh Wakil Ketua PMI Kota Surakarta Bidang Organisasi, Dr. H. Sunarto Istianto, M.Si.; Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Edi Purwanto, S.E., M.M.; Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Cabang Surakarta, Dr. Pepi Budianto, dr., Sp.N(K).; Kepala Bagian Neurologi FK UNS, dr. Rivan Danuaji, Sp.N(K) dan Plt. Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik FK UNS, Dr. Diah Kurnia Mirawati, dr., Sp.N(K).

Dalam sambutannya, Kepala Bagian Neurologi FK UNS, dr. Rivan Danuaji, Sp.N(K). mengatakan, penyakit epilepsi pada saat ini menurut World Health Organization (WHO) diderita oleh sekitar 50 juta orang di seluruh dunia. Namun dengan banyaknya penderita epilepsi ini belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup oleh masyarakat. Masih banyak stigma negatif dan penanganan yang salah ketika penderita epilepsi mengalami kejang dan kambuh penyakitnya.

dr. Rivan berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pengetahuan peserta yang hadir tentang penyakit epilepsi dan cara penanganan yang tepat. “Kegiatan ini memang kita harapkan menggugah atau membangkitkan kesadaran, awareness, meningkatkan pemahaman teman-teman semua tentang epilepsi sehingga nanti bisa berbuat lebih banyak sehingga tidak salah melangkah dalam penanganannya,” ucapnya.

Ketua PERDOSNI Cabang Surakarta, Dr. Pepi Budianto, dr., Sp.N(K) menyampaikan bahwa penderita epilepsi sama seperti orang pada umumnya. “Mari kita bersahabat dengan teman-teman kita penderita epilepsi karena penderita epilepsi juga berhak untuk hidup seperti orang pada umumnya, seperti kita semuanya,” ucapnya.

Pada materi tentang overview Epilepsi dijelaskan oleh Dr. Diah yang menyampaikan jika penyakit ini salah satu tandanya adalah terjadinya kejang walaupun tidak semua kejang merupakan tanda dari penyakit epilepsi.

“Kejang terjadi ketika ada muatan listrik yang berlebihan pada neuron atau sel saraf sehingga menyebabkan gerakan yang tidak terkendali. Gejala yang terjadi tergantung pada daerah otak yang terganggu, apakah di lobus frontal, lobus temporal, lobus parietal, lobus oksipital yang semuanya itu masing-masing mempunyai pusat kontrol sendiri-sendiri,” jelas Dr. Diah.

PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 1
PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 2
PPDS Neurologi FK UNS Adakan Kegiatan International Epilepsy Day 2024 3

Jika salah satu area tersebut terganggu maka kontrol pada tubuh juga akan terganggu. “Tidak semua gejala epilepsi saat kambuh itu semua tubuh akan kelojotan, ada yang gejala epilepsinya berjalan memutar-mutar atau bahkan hanya diam,” tambahnya.

Menurut dr. Krisandi Hartanto, ketenangan saat menangani orang yang sedang kambuh epilepsinya adalah hal yang penting agar tidak terjadi kesalahan saat penanganan yang bisa memperparah keadaan.

“Langkah pertama adalah tetap tenang, jangan panik. Jika pasien berada di tempat yang membahayakan, segera pindahkan ke tempat yang lebih aman. Jauhkan pasien dari benda-benda yang bisa melukai pasien. Miringkan pasien dan berikan alas yang empuk pada kepalanya. Longgarkan ikat pinggang atau krah baju pasien dan jangan memegangi pasien dengan kencang, biarkan saja pasien bergerak saat kejang namun tetap dalam pengawasan,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jangan pernah memasukkan benda apapun kedalam mulut pasien atau memberinya air minum karena akan beresiko membuat pasien tersedak.

Kegiatan ini sangat menarik bagi ratusan peserta yang hadir, hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan saat sesi tanya jawab.

Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan International Epilepsy Day 2024, dr. Faris Khairuddin Syah, Sp.N., stigma negatif dan mitos yang selama ini melekat pada penderita epilepsi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit epilepsi.

Padahal menurutnya penyakit epilepsi bukanlah penyakit menular sehingga tidak perlu ada hal yang ditakutkan tentang penyakit epilepsi ini apalagi menjauhi penderita epilepsi.

“Saya berharap kita semua dapat hidup berdampingan dengan Orang Dengan Epilepsi (ODE), kita bisa memberikan respon yang sesuai, respon yang dibutuhkan agar orang dengan epilepsi bisa hidup dengan nyaman, hidup tenang, sama seperti kita, bisa sekolah, bisa belajar dan bisa sukses berkarir,” harapnya. Humas UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
KPU Cilacap: Satu kecamatan belum laksanakan rekapitulasi suara

KPU Cilacap: Satu kecamatan belum laksanakan rekapitulasi suara

Kapolda pastikan kamtibmas Jateng kondusif jelang pencoblosan

Kapolda Jateng berduka atas meninggalnya empat petugas pengaman pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Whatsapp Image 2023 11 26 At 20.58.31.jpeg

Peringati Milad Muhammadiyah ke-111, PCM Kajoran menggelar Pengajian untuk Pimpinan

26 November 2023
DKPP RI Jatuhkan Pemberhentian Tetap untuk Ketua KPU Hasyim Asy’ari Terkait Kasus Dugaan Asusila

DKPP RI Jatuhkan Pemberhentian Tetap untuk Ketua KPU Hasyim Asy’ari Terkait Kasus Dugaan Asusila

4 Juli 2024
Milad Ke-17, SMPM Plus Gunungpring Muntilan Gelar Acara Unik

Milad Ke-17, SMPM Plus Gunungpring Muntilan Gelar Acara Unik

25 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In