
“Selain pengamanan TPS saat pemilihan, pengamanan di kantor KPU, Bawaslu, dan gudang logistik pemilu juga menjadi prioritas, sedangkan objek pengamanan yang lain tetap menjadi pantauan kami,” kata Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto saat apel pagi di halaman Apel Wicaksana Laghawa Polres Kudus, Senin.
Ia mengungkapkan sebelum pelaksanaan pengamanan pencoblosan di TPS, seluruh personel yang terlibat harus menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kesiapannya melaksanakan tugas pengamanan di TPS.
Menurut dia, eskalasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang hari pemungutan suara dimungkinkan akan meningkat, sedangkan saat ini sudah memasuki tahapan kampanye terbuka yang dimulai dari tanggal 21 Januari hingga 10 Februari 2024.
“Untuk itu, saya minta anggota benar-benar menjaga kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ujarnya.
Ia mengingatkan jajarannya untuk tetap menjaga sikap netral dalam Pemilu 2024, sehingga tidak boleh ada anggota yang memihak atau mengarahkan masyarakat untuk memilih pada salah satu calon tertentu.
Terkait larangan penggunaan knalpot brong, dia mengajak semua pihak mendukung upaya Polri, khususnya Polres Kudus dalam menertibkan knalpot brong di Kabupaten Kudus.
“Hal ini dilakukan untuk antisipasi timbulnya kerawanan kamtibmas dan keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama pelaksanaan pemilu, khususnya saat kampanye terbuka yang sudah dimulai pada tanggal 21 Januari 2024,” ujarnya.
Baca juga: 2.623 orang ditetapkan sebagai pengawas TPS di Kudus












