WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Mimbar Bebas Kritisi Jokowi dan Netralitas Pemilu

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
29 Desember 2023
Reading Time: 2 mins read
0
Mimbar Bebas Kritisi Jokowi dan Netralitas Pemilu

JAKARTA-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menggelar mimbar bebas di depan Sekretariat Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Mimbar bebas digelar sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan mahasiwa UIN Jakarta melihat perkembangan praktek demokrasi di ujung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain menampilkan Ketua BEM UIN Jakarta dan Ketua Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta yang berorasi, juga menghadirkan Faisal Basri, ekonom dan dosen Universitas Indonesia, Ray Rangkuti, pengamat politik, Iwan Buana INFID, Nong Darul Mahmada, aktivis kemanusiaan, dan pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti.

Dalam orasinya, Muhamad Abid Al Akbar, Ketua BEM UIN Jakarta menyatakan dengan tegas kekecewaanya terhadap praktek dan upaya untuk membunuh demokrasi dengan mengintervensi Mahkamah Konstitusi untuk meloloskan anak presiden menjadi calon wakil presiden.

“Pelanggaran etik yang serius dan dilakukan secara sistematis jelas telah merusak dan mengancam keadaban demokrasi kita”, tutur Abid.

Secara kasatmata, pelanggaran etika itu dipertontonkan tanpa rasa bersalah dan bahkan merasa diri mereka menjadi korban fitnah dan serangan politik. Abid menilai hal tersebut sebagai ironi dan malapetaka.

“Bangsa Indonesia tengah diterpa malapetaka dan bahaya, ketika elit yang melakukan pelanggaran etika justru merasa dirinya sebagai korban fitnah dan serangan politik”, ungkap Abid kecewa.

Tidak hanya itu, Abid juga menyoroti ancaman netralitas pemilu 2024. Pasalnya, majunya Gibran Rakabuming Raka yang anak Presiden membuat netralitas Presiden dipertanyakan. Padahal kekuasaan presiden yang sangat besar dapat memobilisasi aparat negara dan uang negara untuk kepentingan memenangkan anaknya.

“Netralitas pemilu 2024 dalam ancaman besar karena anak presiden maju sebagai calon, kita tidak bisa mengharapkan presiden dapat netral dan akibatnya legitimasi pemilu 2024 dipertanyakan”, ujar pria berkacamata ini.

Senada dengan Abid,

Pakar ekonomi Faisal Basri menyatakan bahwa kemunculan dinasti politik mempersulit harapan agar Pemilu berlangsung netral. Sentralisasi kekuasaan dalam dinasti politik dianggap sebagai ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi. Ia juga menyebut pemerintah Jokowi selama dua periode meninggalkan begitu banyak warisan kegagalan

“Pak Jokowi selama hampir 10 tahun terbukti pertumbuhan ekonomi itu menurun, periode pertama 5 persen, periode kedua 3,5 persen,” kata Faisal

Ia melanjutkan, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang terjun bebas, tapi juga hutang Indonesia yang terus naik, dari 3000 trilyun menjadi 8000 trilyun.

“Saking banyaknya hutang kita, pemerintah sampai gak punya uang untuk bayar bunga hutang, jadi buat bayar bunga hutang harus dengan hutang lagi,” lanjutnya.

Faisal Basri juga menyoroti pernyataan Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa Indonesia mandiri dan berdikari terkait Gula.

“Gibran kemarin sengak banget bilang mandiri gula, padahal di jaman bapaknya Indonesia jadi pengimpor gula terbesar di dunia, mandiri apanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Faisal menjelaskan, bahwa pada tahun 1937 Indonesia merupakan negara pengekspor gula terbesar kedua setelah Kuba. Ironisnya, sekarang bukan lagi pengekspor terbesar namun pengimpor terbesar gula di dunia.

Faisal mengajak kepada para mahasiswa untuk tidak berdiam diri melihat warisan kegagalan yang ditinggalkan oleh pemerintahan Jokowi tersebut. Ia berharap mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan Indonesia dari ketertinggalan seperti sekarang ini.

“Jadi maksud saya, warisan kegagalan pemerintahan sekarang jangan sampai diteruskan,” kata Faisal.

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

JAKARTA-Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiwa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, menggelar mimbar bebas di depan Sekretariat Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Mimbar bebas digelar sebagai bentuk keprihatinan dan kekecewaan mahasiwa UIN Jakarta melihat perkembangan praktek demokrasi di ujung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain menampilkan Ketua BEM UIN Jakarta dan Ketua Aliansi Mahasiswa UIN Jakarta yang berorasi, juga menghadirkan Faisal Basri, ekonom dan dosen Universitas Indonesia, Ray Rangkuti, pengamat politik, Iwan Buana INFID, Nong Darul Mahmada, aktivis kemanusiaan, dan pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti.

Dalam orasinya, Muhamad Abid Al Akbar, Ketua BEM UIN Jakarta menyatakan dengan tegas kekecewaanya terhadap praktek dan upaya untuk membunuh demokrasi dengan mengintervensi Mahkamah Konstitusi untuk meloloskan anak presiden menjadi calon wakil presiden.

“Pelanggaran etik yang serius dan dilakukan secara sistematis jelas telah merusak dan mengancam keadaban demokrasi kita”, tutur Abid.

Secara kasatmata, pelanggaran etika itu dipertontonkan tanpa rasa bersalah dan bahkan merasa diri mereka menjadi korban fitnah dan serangan politik. Abid menilai hal tersebut sebagai ironi dan malapetaka.

“Bangsa Indonesia tengah diterpa malapetaka dan bahaya, ketika elit yang melakukan pelanggaran etika justru merasa dirinya sebagai korban fitnah dan serangan politik”, ungkap Abid kecewa.

Tidak hanya itu, Abid juga menyoroti ancaman netralitas pemilu 2024. Pasalnya, majunya Gibran Rakabuming Raka yang anak Presiden membuat netralitas Presiden dipertanyakan. Padahal kekuasaan presiden yang sangat besar dapat memobilisasi aparat negara dan uang negara untuk kepentingan memenangkan anaknya.

“Netralitas pemilu 2024 dalam ancaman besar karena anak presiden maju sebagai calon, kita tidak bisa mengharapkan presiden dapat netral dan akibatnya legitimasi pemilu 2024 dipertanyakan”, ujar pria berkacamata ini.

Senada dengan Abid,

Pakar ekonomi Faisal Basri menyatakan bahwa kemunculan dinasti politik mempersulit harapan agar Pemilu berlangsung netral. Sentralisasi kekuasaan dalam dinasti politik dianggap sebagai ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi. Ia juga menyebut pemerintah Jokowi selama dua periode meninggalkan begitu banyak warisan kegagalan

“Pak Jokowi selama hampir 10 tahun terbukti pertumbuhan ekonomi itu menurun, periode pertama 5 persen, periode kedua 3,5 persen,” kata Faisal

Ia melanjutkan, tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang terjun bebas, tapi juga hutang Indonesia yang terus naik, dari 3000 trilyun menjadi 8000 trilyun.

“Saking banyaknya hutang kita, pemerintah sampai gak punya uang untuk bayar bunga hutang, jadi buat bayar bunga hutang harus dengan hutang lagi,” lanjutnya.

Faisal Basri juga menyoroti pernyataan Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres beberapa hari lalu yang mengatakan bahwa Indonesia mandiri dan berdikari terkait Gula.

“Gibran kemarin sengak banget bilang mandiri gula, padahal di jaman bapaknya Indonesia jadi pengimpor gula terbesar di dunia, mandiri apanya,” ujarnya.

Lebih lanjut Faisal menjelaskan, bahwa pada tahun 1937 Indonesia merupakan negara pengekspor gula terbesar kedua setelah Kuba. Ironisnya, sekarang bukan lagi pengekspor terbesar namun pengimpor terbesar gula di dunia.

Faisal mengajak kepada para mahasiswa untuk tidak berdiam diri melihat warisan kegagalan yang ditinggalkan oleh pemerintahan Jokowi tersebut. Ia berharap mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan Indonesia dari ketertinggalan seperti sekarang ini.

“Jadi maksud saya, warisan kegagalan pemerintahan sekarang jangan sampai diteruskan,” kata Faisal.

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
Fakta-fakta Ricuh Arak-arakan Jenazah Lukas Enembe

Fakta-fakta Ricuh Arak-arakan Jenazah Lukas Enembe

Firli Bahuri resmi tak jabat Ketua KPK

Firli Bahuri resmi tak jabat Ketua KPK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Explore Budaya Banten, Puluhan Pemotor Antik Touring ke Baduy – Warga Berita

Explore Budaya Banten, Puluhan Pemotor Antik Touring ke Baduy – Warga Berita

4 Maret 2024
SMAN 7 Tangsel Vs SMAN 8 Kota Tangerang; Laga Tak Imbang – Warga Berita

SMAN 7 Tangsel Vs SMAN 8 Kota Tangerang; Laga Tak Imbang – Warga Berita

7 Desember 2023
Kunjungan Kerja Ke Rusia, Airlangga Hartarto dan Mendag EEC Dorong Penyelesaian Perundingan EAEU FTA

Kunjungan Kerja Ke Rusia, Airlangga Hartarto dan Mendag EEC Dorong Penyelesaian Perundingan EAEU FTA

10 Juni 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In