WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Kurangi Sampah, Ibu-ibu Kelurahan Panjang Diajari Bikin Kompos

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
6 Mei 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Kurangi Sampah, Ibu-ibu Kelurahan Panjang Diajari Bikin Kompos

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

Kota Pekalongan – Warga Berita– Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) berkolaborasi dengan Kemitraan Indonesia membekali ibu-ibu yang ada di Kelurahan Panjang Baru, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan untuk memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk kompos. Pelatihan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Panjang Baru, Senin (6/5/2024).

 

Nampak para warga Panjang Baru yang di dominasi emak-emak itu begitu antusias mengikuti kegiatan ini bahkan mereka mencoba mempraktekkan ilmu yang sudah dibagikan.

 

Kepala Bidang Pertanian pada Dinperpa Kota Pekalongan, Moh Karmani menjelaskan bahwa, dalam rangka kegiatan kelompok kerja (Pokja) Perubahan Iklim, Dinperpa Kota Pekalongan bekerjasama dengan Kemitraan Indonesia memberikan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong peran masyarakat dalam mengurangi limbah atau sampah organik yang dihasilkan dari rumah tangga.

 

“Dimana, limbah ini biasanya hanya dibuang ke tempat sampah, namun bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos. Mengingat, volume sampah yang ada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu Kota Pekalongan sudah mengalami overload,” tuturnya.

 

Lanjutnya, sehingga upaya pelatihan ini bisa menjadi bagian dari solusi dalam pengurangan sampah yang bersumber dari sampah rumah tangga. Mereka bisa memanfaatkan sampah organik yang mudah ditemukan seperti sisa makanan, sayur-mayur, dan buah-buahan.

 

“Mereka nantinya bisa memanfaatkan bahan-bahan tersebut untuk budidaya tanaman pangan yang ada di lingkungan. Sebab, tanaman pangan ini menjadi hal yang harus dipenuhi oleh masyarakat sendiri. Sehingga, kami upayakan tanaman yang cepat dipanen berupa budidaya sayuran,”ungkapnya.

 

Fasilitator Kelurahan Panjang Baru sekaligus Konsultan Kemitraan Indonesia, M. Fahrurozi menerangkan, kegiatan pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos ini dimaksudkan untuk mengurangi sampah di tingkat rumah tangga. Dimana, salah satu faktor yang mengakibatkan kondisi TPA Degayu overload dan ketinggian tumpukan sampah sekitar 20 meter disebabkan oleh banyaknya sampah yang dihasilkan dari rumah tangga.

 

“Kami berupaya menangani sampah dari rumah tangga seperti sampah organik dari sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan,”kata Rozi.

 

Dijelaskan Rozi, di wilayah Kelurahan Panjang Baru ini menjadi salah satu kelurahan yang terdampak perubahan iklim dengan adanya banjir dan rob. Namun, perlahan dampak perubahan iklim itu bisa dikurangi dengan adanya pembangunan tanggul raksasa dan operasional stasiun pompa.

 

“Tinggal, bagaimana caranya masyarakat setempat bisa beradaptasi, salah satu caranya adalah dengan upaya urban farming (pertanian perkotaan) yaitu menanam dengan lahan terbatas. Para ibu ini bisa tetap berdaya untuk membuat bahan pangan sendiri yang berasal dari tanaman yang ditanam sendiri di pekarangan seperti menanam cabai, selada, dan sebagai. Sehingga, lebih efisien dan mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga,”tegasnya.

 

Salah satu peserta pelatihan yang merupakan warga Boyongsari RT 06 RW 05 Kelurahan Panjang Baru, Sarono mengaku senang bisa berkesempatan ikut pelatihan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos untuk tanaman bisa lebih subur. Sebelumnya, ia memang pernah mempraktekkan dan uji coba membuat pupuk kompos dengan limbah organik secara sederhana.

 

“Tapi, caranya disini lebih modern, ada saringan dan langsung diajarkan dengan ahlinya. Kalau waktu itu, Saya hanya menggunakan bahan dan alat seadanya, diberi air cucian beras (air leri). Kami mengapresiasi adanya kegiatan pelatihan ini, membuat kami, para ibu bersemangat untuk budidaya tanaman di pekarangan. Terlebih, bahan dan alatnya mudah ditemukan, cara membuatnya juga sangat mudah dan murah,”tandasnya.


Post Views: 1,507

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
Jelang Pilkada Serentak, KPU Lebak Lakukan Seleksi CAT Ratusan PPK – Warga Berita

Jelang Pilkada Serentak, KPU Lebak Lakukan Seleksi CAT Ratusan PPK – Warga Berita

Dapat Aduan Karcis Ilegal, DPRD Bakal Panggil Dishub Kota Serang – Warga Berita

Dapat Aduan Karcis Ilegal, DPRD Bakal Panggil Dishub Kota Serang – Warga Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Kloter pertama haji insyaallah berangkat 12 Mei 2024

Kloter pertama haji insyaallah berangkat 12 Mei 2024

18 Januari 2024
Pemkot Surakarta buka kemungkinan pasar murah untuk sejumlah komoditas

Pemkot Surakarta buka kemungkinan pasar murah untuk sejumlah komoditas

22 Februari 2024
Pendukung 03 Masih Menyangi Jokowi

Tanggapi Isu Jokowi Minta Bertemu Megawati, Ganjar: Hubungan Pribadi Keduanya Bagus

26 Januari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In