LIHAT PEKERJAAN: Anggota Komisi D Wahyudin Nor Aly sedang melihat hasl pekerjaan instalasi listrik di Desa Kupu, Brebes.(foto: teguh prasetyo)
BREBES – Komisi D DPRD Jateng melakukan pantauan lapangan terhadap hasil dari program penyaluran bantuan listrik murah dan hemat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes, Kamis (6/6/2024). Anggota Komisi D DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly menyampaikan pihaknya meninjau hasil bantuan Pemerintah Provinsi karena di Brebes banyak rumah yang belum punya sambungan listrik.

“Terutama banyak penduduk yang nyambung (instalasi) ke tetangga. Oleh karena itu kami ingin memastikan apakah program itu sudah terlaksana, ternyata sudah. Terus kami memastikan juga ada tidaknya tarikan biaya, ternyata tidak,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPRD Jateng tersebut.
Dia menambahkan, program listrik murah ini artinya pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat. Setelah melakukan peninjauan, masyarakat penerima mengaku merasakan langsung manfaat bantuan tersebut. Sehingga anak-anak bisa belajar di malam hari.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Suhardi menyampaikan bantuan listrik murah dan hemat ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Dan ini biaya untuk penyambungannya gratis dan listriknya subsidi. Jadi kalau orang memakai harga Rp 1.500,-/kWh kalau subsidi hanya Rp 500,-/kWh.
“Jadi kalau di Desa Kupu ini ada 12 KK yang menerima bantuan, kemudian kalau di Kabupaten Brebes kurang lebih 347 KK. Penerimanya masyarakat yang kurang mampu yang terdata di Kementerian Sosial. Jadi biasanya data ini update tiap bulan dari Kabupaten/Kota,” ungkapnya.(teguh/priyanto)
LIHAT PEKERJAAN: Anggota Komisi D Wahyudin Nor Aly sedang melihat hasl pekerjaan instalasi listrik di Desa Kupu, Brebes.(foto: teguh prasetyo)
BREBES – Komisi D DPRD Jateng melakukan pantauan lapangan terhadap hasil dari program penyaluran bantuan listrik murah dan hemat dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Brebes, Kamis (6/6/2024). Anggota Komisi D DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly menyampaikan pihaknya meninjau hasil bantuan Pemerintah Provinsi karena di Brebes banyak rumah yang belum punya sambungan listrik.

“Terutama banyak penduduk yang nyambung (instalasi) ke tetangga. Oleh karena itu kami ingin memastikan apakah program itu sudah terlaksana, ternyata sudah. Terus kami memastikan juga ada tidaknya tarikan biaya, ternyata tidak,” ungkap Ketua Fraksi PAN DPRD Jateng tersebut.
Dia menambahkan, program listrik murah ini artinya pemerintah memberikan subsidi kepada masyarakat. Setelah melakukan peninjauan, masyarakat penerima mengaku merasakan langsung manfaat bantuan tersebut. Sehingga anak-anak bisa belajar di malam hari.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Suhardi menyampaikan bantuan listrik murah dan hemat ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Dan ini biaya untuk penyambungannya gratis dan listriknya subsidi. Jadi kalau orang memakai harga Rp 1.500,-/kWh kalau subsidi hanya Rp 500,-/kWh.
“Jadi kalau di Desa Kupu ini ada 12 KK yang menerima bantuan, kemudian kalau di Kabupaten Brebes kurang lebih 347 KK. Penerimanya masyarakat yang kurang mampu yang terdata di Kementerian Sosial. Jadi biasanya data ini update tiap bulan dari Kabupaten/Kota,” ungkapnya.(teguh/priyanto)










