Sebuah terobosan penting dalam upaya ketahanan pangan nasional berhasil diwujudkan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Komando Daerah Militer IV/Diponegoro bersama Pemerintah Kota Pekalongan telah melaksanakan panen padi perdana biosalin di lahan bekas rob Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.
Menghidupkan Kembali Lahan yang Terendam Rob Selama Satu Dekade
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi yang hadir pada acara panen perdana pada Rabu (15/5) mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemulihan dan revitalisasi lahan bekas rob yang selama lebih dari satu dekade tidak produktif.
“Kami menyampaikan rasa bersyukur bahwa lahan sawah tersebut yang semula telah terbengkalai selama hampir 10 tahun karena tergenang air rob kini bisa ditanami kembali padi,” kata Deddy Suryadi dalam sambutannya.
Perjuangan untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian di area yang terdampak rob bukanlah hal mudah. Menurut Pangdam, bertanam padi di lahan bekas rob ini banyak mengalami percobaan kegagalan untuk bisa panen padi. Namun, dengan pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi, lahan yang semula tidak dapat ditanami padi akhirnya bisa menghasilkan panen.
Teknologi Biosalin dan Pembenahan Unsur Hara
Keberhasilan panen ini tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian biosalin yang memungkinkan budidaya tanaman padi di lahan yang terpapar air asin. Pangdam menekankan pentingnya pembenahan unsur hara tanah untuk hasil panen yang lebih optimal dan signifikan.
“Pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan Bank Indonesia dalam mendukung petani,” tambahnya.
Harga Jual yang Menguntungkan Petani
Aspek ekonomi juga menjadi perhatian dalam program revitalisasi lahan ini. Pangdam mengatakan, pihaknya ingin penyerapan gabah dari hasil panen bisa diserap oleh para petani sehingga mereka bisa mendapatkan kesejahteraan sesuai harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu Rp6.500 per kilogram.
Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Program revitalisasi lahan rob ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional. Dengan teknologi biosalin, lahan-lahan yang selama ini tidak produktif dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian.
“Mudah-mudahan dengan banyaknya kami olah lahan-lahan tidur kemudian ditanami kembali maka target ketahanan pangan dan menjadi lumbung nasional bisa tercapai,” pungkas Deddy.
Keberhasilan program ini menjadi model yang diharapkan dapat direplikasi di daerah-daerah pesisir lain yang menghadapi permasalahan serupa, sehingga dapat berkontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional dan kesejahteraan petani.












