Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Klaten menggelar lomba sinden muda tingkat nasional pada Senin (16/9/2024). Acara ini berlangsung di Kompleks Monumen Juang 45 Klaten, menarik perhatian para pecinta seni tradisional Jawa.
Peserta dari Berbagai Daerah
Lomba sinden ini diikuti oleh delapan peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk:
- Klaten
- Kediri
- Solo
Meskipun jumlah peserta terbatas, acara ini menunjukkan semangat untuk melestarikan seni budaya Jawa, khususnya seni sinden.
Tantangan Mencari Pesinden Muda
Sri Nugroho, Kepala Disbudparpora Kabupaten Klaten, mengungkapkan tantangan dalam mencari potensi pesinden muda. “Sekarang ini sinden sulit sekali. Kalau penyanyi banyak yang bisa. Sinden itu ada cengkok-cengkok yang harus dilaraskan dengan gamelan, itu yang sulit. Jadi mencari potensi mengalami kesulitan,” jelasnya.
Rencana Pengembangan Sinden dan Dalang
Untuk mengatasi tantangan ini, Disbudparpora Klaten berencana melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Institut Seni Indonesia (ISI). Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas peserta di masa mendatang.
Kisah Peserta Muda
Salah satu peserta, Nimas Ayu Puspita Wulandari asal Delanggu, Klaten, mengungkapkan kebanggaannya menjadi seorang pesinden. “Saya mendapatkan bimbingan kadang sama ibu tapi lebih banyak sendiri. Yang pastinya bangga menjadi seorang pesinden karena bisa membawa nama baik orang tua juga. Terus bisa melestarikan budaya,” ujarnya.
Nimas Ayu, yang merupakan anak seorang pekerja seni, telah belajar sinden sejak kelas tiga SD.
Upaya Pelestarian Budaya
Lomba sinden muda ini merupakan bagian dari upaya pelestarian seni dan budaya Jawa. Diharapkan, melalui event seperti ini, akan muncul lebih banyak sinden muda yang siap meneruskan warisan budaya.
Lomba Dalang Cilik
Sebelum lomba sinden, di tempat yang sama juga diselenggarakan lomba dalang cilik tingkat Kabupaten Klaten. Acara ini diikuti oleh puluhan dalang cilik dari wilayah tersebut, menambah semarak upaya pelestarian budaya di Klaten.
Dengan adanya rangkaian acara ini, Pemerintah Kabupaten Klaten menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisional Jawa, khususnya seni sinden dan wayang.












