Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menggelorakan semangat kolaborasi kepada seluruh bupati, wali kota, dan jajaran pemerintahan daerah dalam Apel Bersama di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (25/9). Dalam pidatonya, ia menegaskan pentingnya meninggalkan ego sektoral dan politik untuk mempercepat pemerataan pembangunan.
“Bukan Gagah-Gagahan, Tapi Kebersamaan”
Meski diguyur gerimis, Luthfi mencontohkan kepemimpinan langsung dengan mengajak seluruh kepala daerah yang awalnya duduk di kursi VIP untuk turun ke lapangan dan bergabung dalam barisan apel. “Apel kok ada yang duduk? Kepala daerah ayo berdiri! Ini kita apel, bukan nonton apel,” ujarnya disambut tawa peserta.
Ia menekankan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen kolektif. “Hari ini bukan soal gagah-gagahan atau tenar-tenaran. Satu-satunya tujuan adalah soliditas dan kebersamaan,” tegas Luthfi. Nilai tepo seliro (tenggang rasa) dan gotong royong, menurutnya, harus menjadi fondasi kerja sama antardaerah.
Respon Positif Kepala Daerah
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengaku terkejut dengan apel pagi berdurasi 45 menit itu, tetapi menyambut baik pesan Gubernur. “Kolaborasi antardaerah, seperti Semarang dengan Kabupaten Semarang, Kendal, atau Grobogan, harus dirawat. Semarang di hilir tak akan kuat tanpa dukungan daerah hulu,” katanya.
Senada disampaikan Wakil Bupati Kudus, Belinda Birton. “Apel seperti ini sangat positif. Kalau bisa dijadikan rutin, komunikasi antarkepala daerah dan ASN akan semakin cair,” ujarnya. Sementara Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, mengapresiasi inisiatif Gubernur: “Ini pertama kalinya dalam dua periode saya jadi wali kota, ada apel yang melibatkan wakil kepala daerah. Ini bukti komitmen untuk kompak.”
Tantangan Pembangunan yang Menuntut Sinergi
Luthfi mengingatkan, ego sektoral dan politik kerap menjadi penghambat pemerataan pembangunan. “Budaya kerja harus mengutamakan kepentingan rakyat, bukan ambisi pribadi atau golongan,” tegasnya. Ia juga meminta jajarannya memperkuat program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas infrastruktur.
Kolaborasi Konkret: Dari Hulu ke Hilir
Sebagai langkah awal, Pemprov Jateng akan memprioritaskan program kolaboratif antar-kabupaten/kota, seperti pengelolaan sumber daya air, penanganan banjir, dan penguatan UMKM lintas wilayah. “Kami sudah menyiapkan dashboard digital untuk memantau progres program bersama,” papar Kepala Biro Humas Jateng, Wasis Sancoyo.
Apel yang diikuti 1.200 peserta dari 35 kabupaten/kota ini ditutup dengan penyerahan simbolis peta program kolaborasi kepada perwakilan kepala daerah. Dengan semangat “Jateng Gayeng”, Luthfi berharap langkah ini menjadi awal terciptanya ekosistem pemerintahan yang solid dan berorientasi pada hasil.












