Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menyampaikan pesan tegas kepada jajaran pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng: “Jika tidak siap dikritik atau dibully, jangan menjabat!” Pernyataan ini ia sampaikan saat memimpin apel bersama ribuan ASN di halaman Kantor Gubernur Jateng, Senin (26/5).
“Jangan Sibuk Jaga Eksistensi, Kerja yang Nyata!”
Dalam pidatonya, Luthfi menegaskan bahwa pejabat harus fokus pada kerja nyata, bukan pencitraan. “Kerja ya kerja. Ikhlas, tidak usah dibuat-buat. Jangan sibuk jaga eksistensi di media sosial,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta. Mantan Kapolda Jateng ini juga mengingatkan bahwa membangun daerah tidak cukup hanya dengan rencana di atas kertas, tetapi harus diikuti aksi lapangan.
Ia memperkenalkan tiga prinsip kerja yang wajib dipegang:
-
Mendengar: Menerima masukan dan kritik dari masyarakat.
-
Melihat: Turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi.
-
Bertindak: Segera eksekusi solusi setelah mendengar dan melihat.
“Banyak pejabat hanya mendengar dan melihat, tapi tidak bertindak. Itu namanya pencitraan tok!” tegasnya.
Apel Bukan Sekadar Seremoni
Luthfi menekankan, apel bersama ini bukan ritual birokrasi belaka, melainkan sarana membangun chemistry dan kepercayaan publik. “Dari sini, akan lahir public trust terhadap decision maker,” ucapnya. Ia juga mengajak seluruh jajaran memperkuat semangat tepo selira (tenggang rasa) dan gotong royong sebagai pondasi kerja.
Peringatan Keras: “Jangan Cari Jabatan dengan Cara Kotor!”
Gubernur secara khusus memperingatkan ASN yang menggunakan cara tidak etis untuk meraih jabatan. “Tugas dan wewenang bisa didelegasikan, tapi tanggung jawab harus dipegang pemimpin. Jangan sampai ada yang main belakang atau sogok-menyogok!” tegasnya.
Pesan ini diamini Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jateng, Budi Waskito, yang hadir dalam apel. “Prinsip Pak Gubernur jelas: kerja nyata, bukan cari panggung. Ini jadi motivasi kami untuk lebih transparan,” ujarnya.
Target: Tingkatkan Responsivitas Layanan Publik
Luthfi berharap, pola pikir ASN dan pejabat akan berubah pascapel ini. “Masyarakat butuh respons cepat, bukan janji kosong. Jika ada laporan rusaknya jalan atau masalah stunting, segera tindak!” pesannya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala daerah membentuk task force untuk memantau responsivitas pelayanan di wilayah masing-masing. “Saya akan terjun langsung ke lapangan. Jangan coba-coba bohongi saya,” tandasnya.












