Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman, mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh para gangster yang telah meresahkan warga Semarang. Gangster tersebut dinilai telah mengganggu ketenangan masyarakat, terutama ketika kota sedang bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
“Jangan sampai orang yang sedang giat mencari nafkah merasa takut untuk beraktivitas,” ujar Abdur Rahman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aparat keamanan, GP Ansor Kota Semarang berkomitmen untuk menurunkan 1.000 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) guna membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Semarang.
Operasi Kepolisian dalam Memburu Gangster
Polrestabes Semarang, di bawah pimpinan Kombes Pol Irwan Anwar, terus melakukan patroli intensif bersama TNI, Pemerintah Kota Semarang, dan organisasi masyarakat (Ormas) untuk menekan aktivitas gangster yang kian meresahkan. Hingga saat ini, polisi telah menangkap 117 anggota gangster, sebagian besar dari mereka berusia muda bahkan masih anak-anak, yang sering kali melengkapi diri dengan senjata tajam.
“Dalam sepekan terakhir, ada lima kasus dan 49 anak kami tangkap. Dari jumlah tersebut, 24 orang di antaranya ditahan,” jelas Kombes Pol Irwan Anwar.
Meskipun banyak anggota gangster telah ditangkap, polisi masih memburu pentolan gangster, termasuk Alba Fajri Ardiansyah (23), yang terlibat dalam duel bersenjata tajam di Jalan Dr. Cipto, Semarang Timur. Alba, seorang pentolan gangster Kansas, kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Video perkelahian Alba yang viral menjadi kunci dalam penetapannya sebagai buronan.
Polisi mengidentifikasi Alba Fajri Ardiansyah sebagai warga Karanganyar, Semarang Tengah, dengan ciri-ciri tinggi 160 cm, kulit sawo matang, rambut diwarnai kuning, tato huruf “A” di bawah mata kanan, tato tulisan “Kansas” di leher sisi kanan, dan tato simbol jangkar di leher sisi kiri.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Alba diimbau untuk melapor ke nomor 085802786613 atau melalui aplikasi Libas.
Penangkapan Pentolan Gengster Kokar 411
Selain memburu Alba, Polrestabes Semarang juga berhasil menangkap pentolan gangster Kokar 411, Niko Noval Eka Saputra (23), bersama anggotanya Muh Rezky Nugroho (21) dan seorang remaja berinisial FAS (16). Tawuran yang mereka terlibat di dalamnya menyebabkan seorang anggota geng lawan, Leonard Manurung (21), mengalami luka bacok serius dan harus menjalani rawat inap selama delapan hari di RS Tugurejo.
Menurut pengakuan Niko Noval, tawuran tersebut dipicu oleh tantangan antar-kelompok antara Kokar 411 dan Timur Pusat, yang membawa 50 orang dalam tawuran tersebut, sedangkan kelompoknya hanya 13 orang.
“Kami membeli senjata tajam secara patungan untuk melengkapi diri,” ungkap Niko.
Kepolisian bersama TNI dan Ormas terus melakukan patroli di titik-titik rawan di Kota Semarang untuk menekan aksi kekerasan gangster. Partisipasi dari ormas seperti GP Ansor yang siap menurunkan 1.000 Banser diharapkan dapat membantu menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi warga Semarang, yang sedang berusaha pulih dari dampak pandemi dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang.












