CILACAP – Penjabat Bupati Cilacap Awaluddin Muuri targetkan stunting di Cilacap turun hingga 14% di tahun 2024. Target ini sesuai dengan target nasional penurunan stunting.
Hal tersebut disampaikan Pj Bupati Cilacap dalam acara Rembug Stunting Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2024 di Aula RSUD Cilacap, Rabu (5/6/2024). Rembug stunting adalah media koordinasi Warga Berita pemerintah dengan semua pemangku kepentingan, organisasi, tokoh masyarakat serta masyarakat umum untuk membahas langkah intervensi stunting di Kabupaten Cilacap.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Sujito menjelaskan dalam sambutannya, bahwa angka stunting Kabupaten Cilacap sebesar 18,5%. Sebagai tindak lanjut, TPPS (Tim Penanganan Penurunan Stunting) Kabupaten Cilacap akan melakukan Intervensi Serentak 10 Pasti Pencegahan Stunting.
“Ada 10 Pasti yang akan dilakukan dan sasarannya mulai dari calon pengantin, ibu hamil serta balita,” terangnya.
10 Pasti tersebut adalah yang pertama memastikan pendataan seluruh Catin, Ibu hamil dan anak balita yang ada di wilayah kerja untuk menjadi sasaran, kemudian memastikan seluruh catin mendapatkan pendampingan serta memastikan kehadiran ibu hamil dan balita datang ke posyandu, yang ketiga memastikan alat antropometri terstandar ada di seluruh posyandu, yang keempat memastikan seluruh kader posyandu memiliki keterampilan dalam menimbang dan pengukuran antropometri serta memberikan penyuluhan ibu hamil dan balita.
Kemudian yang kelima memastikan penimbangan dan pengukuran menggunakan alat antropometri terstandar, selanjutnya memastikan intervensi ibu hamil dan balita yang bermasalah gizi, memastikan ibu hamil dan balita diberikan edukasi di posyandu, memastikan pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran serta hasil intervensi ke dalam sistem informasi (ePPGBM) di hari yang sama. Yang kesembilan memastikan dilakukan monev terhadap intervensi serentak dan terakhir memastikan ketersediaan pembiayaan pelaksanaan intervensi.
Sementara Penjabat Bupati Cilacap Awaluddin Muuri dalam sambutannya menyatakan bahwa berdasarkan SK Bupati Cilacap No. 440 / 252/26 Tahun 2023 telah ditetapkan 10 Desa/Kelurahan Prioritas Stunting Kabupaten Cilacap Tahun 2024.
Kesepuluh desa/kelurahan tersebut adalah Kelurahan Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara, Desa Kedungbenda dan Desa Danasri Kecamatan Nusawungu, Desa Sumingkir, Desa Jeruklegi Wetan, dan Desa Brebeg Kecamatan Jeruklegi, Desa Mulyadadi dan Desa Mekarsari Kecamatan Cipari, Desa Bantarpanjang Kecamatan Cimanggu, dan Desa Karangjengkol Kecamatan Kesugihan.
“Hari ini kita petakan terutama wilayah-wilayah yang kurang dan kita membuat SK untuk menetapkan desa kelurahan yang menjadi lokus untuk kita utamakan penanganannya. Setelah ini kita ke bawah membuat strategi saran masukan untuk semua stakeholder untuk bisa menangani,” ucapnya.
Awaluddin juga mengajak semua elemen utuk berkomitmen menurunkan angka stunting dan mencegah timbulnya stunting baru di Kabupaten Cilacap dengan beberapa cara seperti SIDAK Stunting (Seleksi Dampingi AKSI) untuk keluarga berisiko, bantuan stunting, kolaborasi hingga edukasi untuk mengubah perilaku masyarakat.
“Untuk Ketua dan para anggota TPPS agar dapat memahami dan melaksanakan peran, tugas dan tanggungjawab masing-masing. Tugas berat kita yaitu untuk menurunkan angka prevelensi stunting Kabupaten Cilacap dari 18,5 % berdasarkan survei SKI Tahun 2023 menjadi 14 % di tahun 2024, ini sesuai yang ditargetkan pada Perpres Nomor 72 Tahun 2021 meski Kabupaten Cilacap berada pada urutan ke-9 di Provinsi Jawa Tengah,” pesannya.
Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dukungan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Cilacap. (my/pink/kominfo)
















