UNS — Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan World Bank menyelenggarakan “UNS-WB Inclusive Education Symposium”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower, Rabu (29/11/2023).
UNS-WB Inclusive Education Symposium dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho S.H., M.Hum. yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM), Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA.
Dalam sambutannya, Prof. Muhtar menyampaikan bahwa UNS menyadari pentingnya menyediakan akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas. Selain itu, UNS juga berusaha terus mengembangkan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas termasuk bangunan dan gedung.
“Beberapa Upaya yang dilakukan UNS untuk mendukung Pendidikan inklusif di perguruan tinggi adalah mendirikan Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa untuk jenjang S1 dan S2. Kemudian, mendirikan Pusat Studi Difabilitas (PSD) di LPPM UNS dan menerima mahasiswa disabilitas melalui jalur mandiri tanpa tes tertulis,” terang Prof. Muhtar.
Beliau juga menambahkan, UNS mengelola 64 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang kuliah di jenjang S1, S2 dan S3 di beberapa fakultas. Semua terlayani dengan baik. Beberapa di antaranya merupakan atlet nasional dan internasional para games yang selalu membawa nama baik UNS


Sementara itu, Program Manajer Unit Pendidikan Dasar Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Diah Pratiwi menyampaikan bahwa kedutaan besar Australia sangat menyambut baik serta menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara simposium.
“Program kemitraan pembangunan kami dengan pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil dan organisasi penyandang disabilitas memprioritaskan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial,” terang Diah.
Beliau juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini harapannya dapat membuka kesempatan kerja sama dengan UNS dan mitra-mitra pembangunan di masa yang akan datang.
Sedangkan, Human Development World Bank, Achim Daniel Scmillen mengatakan bahwa World Bank bekerja sama dengan para pekerja penyandang disabilitas dan berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan pendidikan inklusi.
“World Bank sudah mengadakan beberapa studi mengenai pendidikan inklusi di Indonesia, termasuk disabilitas online dan pendidikan inklusi untuk pendidikan usia dini,” jelas Achim.
Beliau juga menyampaikan bahwa simposium ini akan membantu menjawab tantangan-tantangan dengan mempromosikan dialog yang kokoh dan juga koordinasi yang kuat. HUMAS UNS
Reporter: Dhelinta FP.
Redaktur: Dwi Hastuti
UNS — Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan World Bank menyelenggarakan “UNS-WB Inclusive Education Symposium”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring dan daring di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS Tower, Rabu (29/11/2023).
UNS-WB Inclusive Education Symposium dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho S.H., M.Hum. yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Plt. Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM), Prof. Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CfrA.
Dalam sambutannya, Prof. Muhtar menyampaikan bahwa UNS menyadari pentingnya menyediakan akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas. Selain itu, UNS juga berusaha terus mengembangkan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah disabilitas termasuk bangunan dan gedung.
“Beberapa Upaya yang dilakukan UNS untuk mendukung Pendidikan inklusif di perguruan tinggi adalah mendirikan Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Biasa untuk jenjang S1 dan S2. Kemudian, mendirikan Pusat Studi Difabilitas (PSD) di LPPM UNS dan menerima mahasiswa disabilitas melalui jalur mandiri tanpa tes tertulis,” terang Prof. Muhtar.
Beliau juga menambahkan, UNS mengelola 64 mahasiswa penyandang disabilitas yang sedang kuliah di jenjang S1, S2 dan S3 di beberapa fakultas. Semua terlayani dengan baik. Beberapa di antaranya merupakan atlet nasional dan internasional para games yang selalu membawa nama baik UNS


Sementara itu, Program Manajer Unit Pendidikan Dasar Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Diah Pratiwi menyampaikan bahwa kedutaan besar Australia sangat menyambut baik serta menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara simposium.
“Program kemitraan pembangunan kami dengan pemerintah Indonesia, organisasi masyarakat sipil dan organisasi penyandang disabilitas memprioritaskan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial,” terang Diah.
Beliau juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini harapannya dapat membuka kesempatan kerja sama dengan UNS dan mitra-mitra pembangunan di masa yang akan datang.
Sedangkan, Human Development World Bank, Achim Daniel Scmillen mengatakan bahwa World Bank bekerja sama dengan para pekerja penyandang disabilitas dan berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan pendidikan inklusi.
“World Bank sudah mengadakan beberapa studi mengenai pendidikan inklusi di Indonesia, termasuk disabilitas online dan pendidikan inklusi untuk pendidikan usia dini,” jelas Achim.
Beliau juga menyampaikan bahwa simposium ini akan membantu menjawab tantangan-tantangan dengan mempromosikan dialog yang kokoh dan juga koordinasi yang kuat. HUMAS UNS
Reporter: Dhelinta FP.
Redaktur: Dwi Hastuti












