WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Daerah

DPRD Rembang Gelar Audiensi Bahas Krisis Harga Ikan Dengan OPD dan Pelaku Usaha

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
5 Juni 2024
Reading Time: 2 mins read
0
DPRD Rembang Gelar Audiensi Bahas Krisis Harga Ikan Dengan OPD dan Pelaku Usaha

Menindaklanjuti surat dari Asosiasi Jaring Tarik Berkantong Rembang “Baita Adiguna” terkait permohonan audiensi tentang penurunan harga jual ikan dan macetnya keuangan hasil penjualan ikan, DPRD Rembang menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat yang diadakan pada hari Rabu, 5 Juni 2024 pukul 10.00 WIB ini, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Rembang, Supriadi Eko Praptomo.

Dalam audiensi tersebut, Ketua paguyuban nelayan jaring tarik berkantong (JTB) Bhaita Adhiguna, Lestari Priyanto, menyampaikan bahwa sejak November 2023, harga ikan mengalami penurunan drastis sebesar 40-50%. Akibatnya, banyak kapal nelayan yang terpaksa dianggurkan karena tidak dapat menutupi biaya operasional.

“Sebagian teman-teman kami yang mencoba melaut lagi sesudah Lebaran, hasilnya juga masih minus. Tidak mampu menutup operasional,” ujar Lestari. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah perwakilan perusahaan pabrik pengolahan ikan kelas ekspor yang menampung ikan dari nelayan Kabupaten Rembang.

Mereka mengungkap permintaan ekspor tidak sebanyak tahun-tahun lalu, karena pengaruh perekonomian global serta persaingan harga ikan dengan Vietnam dan India yang lebih murah. Bahkan stok ikan sampai menumpuk di dalam gudang. Tapi jika penjualan lancar, dipastikan mereka siap membayar kepada pihak penyuplai.

“Misalnya menjelang hari raya kemarin, tempat penyimpanan kami sampai penuh. Bahkan harus mendatangkan kontainer kosong, untuk menampung ikan nelayan. Artinya apa, karena belum bisa terjual. Supplier juga kita datangkan ke pabrik untuk ngecek sendiri, supaya ada keterbukaan. Kita berharap ekspor naik, biar nelayan ikut menikmati,” kata perwakilan Star Food.

Hal senada diungkapkan perwakilan perusahaan lain, PT Kelola Mina Laut (KML) Tuban.

Penurunan ini semakin terasa sejak bulan September 2023 hingga bulan Juni ini. Tapi masih ada harapan, ketika bulan-bulan tertentu, permintaan akan kembali naik.

“September sampai sekarang yang kacau balau. Insyaallah pada bulan September, di negara tujuan masuk musim dingin, kita siapkan dari bulan Juli ini. Soal pembayaran ke supplier, kami siap bayar 100 %, kami tidak ngibul. Kami buka suplai ikan sebanyak-banyaknya,” tandas perwakilan dari KML.

Melihat kondisi tersebut, Usep Suhendar, Katimja Direktorat Usaha Dan Investasi  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut hadir dalam audiensi tersebut menyarankan agar transaksi jual beli ikan dari nelayan kepada supplier, jangan hanya mengandalkan kepercayaan. 

Tapi harus ada bukti lebih jelas, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk kalau terjadi masalah hukum, nelayan memiliki bukti.

“Ini kan bukan menitipkan barang, tapi menjual ikan. Di dalam setiap jual beli, harus ada hak dan kewajiban, dapat dipertanggungjawabkan. Adakah nota nya, adakah perjanjian tertulis. Kalau misalkan ada supplier kabur, bapak (nelayan) mau nuntut sama siapa,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

RELATED POSTS

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

Menindaklanjuti surat dari Asosiasi Jaring Tarik Berkantong Rembang “Baita Adiguna” terkait permohonan audiensi tentang penurunan harga jual ikan dan macetnya keuangan hasil penjualan ikan, DPRD Rembang menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat yang diadakan pada hari Rabu, 5 Juni 2024 pukul 10.00 WIB ini, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Rembang, Supriadi Eko Praptomo.

Dalam audiensi tersebut, Ketua paguyuban nelayan jaring tarik berkantong (JTB) Bhaita Adhiguna, Lestari Priyanto, menyampaikan bahwa sejak November 2023, harga ikan mengalami penurunan drastis sebesar 40-50%. Akibatnya, banyak kapal nelayan yang terpaksa dianggurkan karena tidak dapat menutupi biaya operasional.

“Sebagian teman-teman kami yang mencoba melaut lagi sesudah Lebaran, hasilnya juga masih minus. Tidak mampu menutup operasional,” ujar Lestari. 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sejumlah perwakilan perusahaan pabrik pengolahan ikan kelas ekspor yang menampung ikan dari nelayan Kabupaten Rembang.

Mereka mengungkap permintaan ekspor tidak sebanyak tahun-tahun lalu, karena pengaruh perekonomian global serta persaingan harga ikan dengan Vietnam dan India yang lebih murah. Bahkan stok ikan sampai menumpuk di dalam gudang. Tapi jika penjualan lancar, dipastikan mereka siap membayar kepada pihak penyuplai.

“Misalnya menjelang hari raya kemarin, tempat penyimpanan kami sampai penuh. Bahkan harus mendatangkan kontainer kosong, untuk menampung ikan nelayan. Artinya apa, karena belum bisa terjual. Supplier juga kita datangkan ke pabrik untuk ngecek sendiri, supaya ada keterbukaan. Kita berharap ekspor naik, biar nelayan ikut menikmati,” kata perwakilan Star Food.

Hal senada diungkapkan perwakilan perusahaan lain, PT Kelola Mina Laut (KML) Tuban.

Penurunan ini semakin terasa sejak bulan September 2023 hingga bulan Juni ini. Tapi masih ada harapan, ketika bulan-bulan tertentu, permintaan akan kembali naik.

“September sampai sekarang yang kacau balau. Insyaallah pada bulan September, di negara tujuan masuk musim dingin, kita siapkan dari bulan Juli ini. Soal pembayaran ke supplier, kami siap bayar 100 %, kami tidak ngibul. Kami buka suplai ikan sebanyak-banyaknya,” tandas perwakilan dari KML.

Melihat kondisi tersebut, Usep Suhendar, Katimja Direktorat Usaha Dan Investasi  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang turut hadir dalam audiensi tersebut menyarankan agar transaksi jual beli ikan dari nelayan kepada supplier, jangan hanya mengandalkan kepercayaan. 

Tapi harus ada bukti lebih jelas, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Termasuk kalau terjadi masalah hukum, nelayan memiliki bukti.

“Ini kan bukan menitipkan barang, tapi menjual ikan. Di dalam setiap jual beli, harus ada hak dan kewajiban, dapat dipertanggungjawabkan. Adakah nota nya, adakah perjanjian tertulis. Kalau misalkan ada supplier kabur, bapak (nelayan) mau nuntut sama siapa,” pungkasnya. (re/rd/kominfo)

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

polwan
Daerah

Polwan dan Anggota DPRD Blitar Diduga Selingkuh di Hotel Batu

20 Oktober 2025
Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?
Daerah

Berapa Gaji Satpam Gada Pratama di Mall Semarang?

20 Oktober 2025
Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun
Daerah

Viral Mahar 3 Miliar, Pengantin Pria Berusia 76 Tahun, Pengantin Wanita 21 Tahun

9 Oktober 2025
Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas
Daerah

Kecelakaan Rombongan Pengantin Pati di Jalur Pantura Tuban, 2 Orang Tewas

9 Oktober 2025
Wihaji Dorong PLKB Jadi Ujung Tombak Distribusi Program Makan Bergizi Gratis
Daerah

Wihaji Dorong Pemda Kendalikan Penduduk dengan Insentif Rp 5-15 Miliar

8 Oktober 2025
Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa
Daerah

Pimpinan DPRD Jateng Temui Pendemo, Mohammad Saleh Pastikan Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

1 September 2025
Next Post
Tutup Bimtek Anggota DPRD se-Jatijaya, Sekjen PKS: Lanjutkan Misi Pemenangan Pilkada 2024

Tutup Bimtek Anggota DPRD se-Jatijaya, Sekjen PKS: Lanjutkan Misi Pemenangan Pilkada 2024

Maman Abdurrahman Desak Pemerintah Ubah Metode Subsidi Gas 3 Kg Hingga Langsung Sentuh Masyarakat

Maman Abdurrahman Desak Pemerintah Ubah Metode Subsidi Gas 3 Kg Hingga Langsung Sentuh Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Alumni Fk Uns Angkatan 1995 Meraih Penghargaan Nasional Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Tahun 2023 3.jpeg

Alumni FK UNS Angkatan 1995 Meraih Penghargaan Nasional Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Tahun 2023 – Universitas Sebelas Maret

22 November 2023
Setelah Sita 1 Rumah Syahrul Yasin Limpo, Giliran KPK Geledah Rumah Adiknya di Makassar » Warga Berita

Setelah Sita 1 Rumah Syahrul Yasin Limpo, Giliran KPK Geledah Rumah Adiknya di Makassar » Warga Berita

16 Mei 2024
Disambut Masyarakat Banten, Prabowo Berbagi Cokelat kepada Anak-anak – Warga Berita

Disambut Masyarakat Banten, Prabowo Berbagi Cokelat kepada Anak-anak – Warga Berita

4 Desember 2023

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In