Tiga dosen dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima penghargaan bergengsi di bidang Kekayaan Intelektual (KI) dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV) Kemendikbudristek. Penghargaan ini diberikan dalam acara Apresiasi Program Direktorat APTV yang diadakan di Sahid Jaya Hotel & Convention Yogyakarta baru-baru ini.
Penghargaan ini diraih oleh Mohamad Endy Yulianto, S.T., M.T., dan Dr.Eng Vita Paramita, S.T., M.M., M.Eng dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri; serta Dista Yoel Tadeus, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Listrik Industri. Ketiga dosen ini berhasil membawa pulang penghargaan atas kontribusi luar biasa mereka dalam bidang Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, khususnya dalam Kekayaan Intelektual.
Baca Juga: Rektor Dorong Mahasiswa Baru Undip Ikut Organisasi Kampus
Prestasi Gemilang di Bidang Kekayaan Intelektual
Acara ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi untuk memberikan apresiasi kepada dosen dan institusi pendidikan vokasi yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja luar biasa. Dalam kategori Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Vokasi UNDIP berhasil mendominasi dengan meraih posisi juara 1 hingga 3, memborong seluruh penghargaan yang tersedia di bidang Kekayaan Intelektual.
Vita Paramita, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan II Sekolah Vokasi UNDIP, menyatakan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran penting Wakil Dekan I, Dr. Ida Hayumawanti, M.M., yang telah menggagas percepatan drafting paten di tingkat Sekolah Vokasi. Meskipun program ini baru berjalan satu tahun, hasilnya sudah sangat signifikan. Vita sendiri dikenal sebagai peneliti dalam bidang Hilirisasi dan telah menghasilkan beberapa KI untuk industri melalui riset dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 7-9.
Salah satu karya Vita yang terkenal adalah dalam proyek RISPRO LPDP (2014–2015) berjudul “Pengembangan Mini Plant Super Teh Hijau Kompetitif melalui Proses Inaktivasi dengan menggunakan Mechanically Dispersed-Rotary Steamer”. Ia juga bertanggung jawab atas riset PPUPT (2019–2021) dengan judul “Komersialisasi Produk Nanopolifenol Teh Hijau Bebas Kafein sebagai Inkorporasi Functional Food Melalui Teknik Inaktivasi Enzimatis”, bekerja sama dengan mitra industri teh hijau PPTK Gambung Bandung.
Baca Juga: Mahasiswa UNDIP Raih Juara 1 dalam Olimpiade Vokasi Indonesia IX 2024
Capaian Luar Biasa di Bidang Riset
Mohamad Endy Yulianto juga menunjukkan prestasi yang luar biasa pada tahun 2023, dengan menghasilkan enam paten granted, 36 hak cipta, dan lima publikasi di jurnal internasional bereputasi Q1. Karya-karya ini memperkuat posisi Sekolah Vokasi UNDIP sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi vokasi terkemuka di Indonesia.
Dekan Sekolah Vokasi UNDIP, Prof. Dr. Ir. Budiyono, M.Si., menyambut baik prestasi yang diraih oleh para dosen tersebut. “Kegiatan riset oleh para dosen dan peneliti di Sekolah Vokasi UNDIP ini adalah nafas dari perguruan tinggi. Jadi, kami berharap para dosen di Sekolah Vokasi UNDIP bisa ikut termotivasi, terus menambah wawasan keilmuan, dan tak kalah penting menjaga semangat dalam kegiatan riset,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Sekolah Vokasi UNDIP terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang unggul dan berbasis riset, yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan tetapi juga pada penguatan daya saing industri nasional. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa upaya keras dalam riset dan pengembangan intelektual dapat menghasilkan dampak yang signifikan bagi kemajuan pendidikan dan industri di Indonesia.












