WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dokter Spesialis Anak RS UNS Jelaskan Tentang Demam Berdarah Dengue pada Anak – Universitas Sebelas Maret

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
22 Maret 2024
Reading Time: 2 mins read
0

UNS-— Belakangan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat. Hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejak akhir tahun 2023 kemarin. Di Surakarta sendiri, sejak awal tahun sudah terdapat 32 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia.

Demam berdarah disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menggigit penderita yang lebih dahulu terinfeksi virus dengue dan nyamuk tersebut menjadi pembawa virus. Bila nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka orang lain tersebut akan menderita demam berdarah. Oleh karena itu, demam berdarah tidak dapat menyebar dari orang ke orang.

DBD memang dapat menyerang siapapun, termasuk anak-anak yang tergolong cukup rentan terkena DBD. Dokter Spesialis Anak RS UNS, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A. menyebut, hal ini dikarenakan faktor lingkungan sekitar anak, serta daya tahan tubuh anak yang masih belum kuat.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa faktor lingkungan menjadi salah satu sebab anak rentan terkena DBD. Karena memang daya tahan tubuh anak masih belum sekuat orang dewasa dan anak-anak cenderung sering berada di dalam ruangan. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus dengue sering berada di dalam ruangan terutama ruangan yang gelap dan lembab. Bagi anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat terjangkit DBD saat bermain di lingkungan sekolah atau di taman. Karena nyamuk Aedes aegypti dapat terbang sejauh 200 meter dan menggigit anak-anak di cakupan lingkungan tersebut,” jelas Debby kepada uns.ac.id, Kamis (21/3/2024).

Terkait gejala DBD pada anak, dr. Debby menyebut gejala awal yang dapat dilihat adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, hingga muncul bintik-bintik merah pada tangan atau kaki. dr. Debby juga menambahkan beberapa gejala yang perlu segera diberi tindakan serius.

“Apabila anak mengalami demam tinggi dan sampai mengalami gejala seperti muntah, nyeri perut hebat, perdarahan, tidak bisa makan minum, Buang Air Kecil (BAK) berkurang maka orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.

Banyak terdapat kasus anak-anak terjangkit DBD yang akhirnya meninggal dunia. dr. Debby kemudian menjelaskan tentang fase atau siklus demam berdarah yang perlu diperhatikan orang tua agar anak segera mendapat pertolongan yang cepat dan tepat.

“Fase demam berdarah disebut seperti ‘siklus pelana kuda’ dimana demam pada hari 1-3 merupakan fase demam. Demam pada hari 4-6 merupakan fase kritis dimana demam pada anak mulai turun. Demam pada hari 7-8 merupakan fase pemulihan. Pada fase kritis lah anak rentan mengalami perburukan gejala walaupun demam didapatkan turun. Gejala yang dapat timbul pada fase kritis yaitu perdarahan hebat, muntah dan nyeri perut hebat, serta dehidrasi. Apabila tidak segera ditangani maka anak dapat jatuh ke dalam kondisi syok. Dan syok yang tidak segera mendapat penanganan yang tepat akan berakibat kematian,” ujar dr. Debby.

Terakhir, dr. Debby memberikan cara atau langkah-langkah untuk mencegah anak terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti pembawa demam berdarah, diantaranya adalah dengan 3M Plus. Selain itu, pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi dengue pada anak usia enam tahun ke atas.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yaitu menguras atau membersihkan penampungan air, menutup rapat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, dan plus pencegahan seperti fogging.

Demam berdarah juga bisa dicegah dengan pemberian imunisasi dengue pada anak usia 6 tahun ke atas,” pungkas dr. Debby. HUMAS UNS

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

UNS-— Belakangan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali meningkat. Hal ini terjadi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejak akhir tahun 2023 kemarin. Di Surakarta sendiri, sejak awal tahun sudah terdapat 32 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia.

Demam berdarah disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menggigit penderita yang lebih dahulu terinfeksi virus dengue dan nyamuk tersebut menjadi pembawa virus. Bila nyamuk tersebut menggigit orang lain, maka orang lain tersebut akan menderita demam berdarah. Oleh karena itu, demam berdarah tidak dapat menyebar dari orang ke orang.

DBD memang dapat menyerang siapapun, termasuk anak-anak yang tergolong cukup rentan terkena DBD. Dokter Spesialis Anak RS UNS, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A. menyebut, hal ini dikarenakan faktor lingkungan sekitar anak, serta daya tahan tubuh anak yang masih belum kuat.

“Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa faktor lingkungan menjadi salah satu sebab anak rentan terkena DBD. Karena memang daya tahan tubuh anak masih belum sekuat orang dewasa dan anak-anak cenderung sering berada di dalam ruangan. Nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa virus dengue sering berada di dalam ruangan terutama ruangan yang gelap dan lembab. Bagi anak yang sudah lebih besar, biasanya dapat terjangkit DBD saat bermain di lingkungan sekolah atau di taman. Karena nyamuk Aedes aegypti dapat terbang sejauh 200 meter dan menggigit anak-anak di cakupan lingkungan tersebut,” jelas Debby kepada uns.ac.id, Kamis (21/3/2024).

Terkait gejala DBD pada anak, dr. Debby menyebut gejala awal yang dapat dilihat adalah demam tinggi, sakit kepala, nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, hingga muncul bintik-bintik merah pada tangan atau kaki. dr. Debby juga menambahkan beberapa gejala yang perlu segera diberi tindakan serius.

“Apabila anak mengalami demam tinggi dan sampai mengalami gejala seperti muntah, nyeri perut hebat, perdarahan, tidak bisa makan minum, Buang Air Kecil (BAK) berkurang maka orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.

Banyak terdapat kasus anak-anak terjangkit DBD yang akhirnya meninggal dunia. dr. Debby kemudian menjelaskan tentang fase atau siklus demam berdarah yang perlu diperhatikan orang tua agar anak segera mendapat pertolongan yang cepat dan tepat.

“Fase demam berdarah disebut seperti ‘siklus pelana kuda’ dimana demam pada hari 1-3 merupakan fase demam. Demam pada hari 4-6 merupakan fase kritis dimana demam pada anak mulai turun. Demam pada hari 7-8 merupakan fase pemulihan. Pada fase kritis lah anak rentan mengalami perburukan gejala walaupun demam didapatkan turun. Gejala yang dapat timbul pada fase kritis yaitu perdarahan hebat, muntah dan nyeri perut hebat, serta dehidrasi. Apabila tidak segera ditangani maka anak dapat jatuh ke dalam kondisi syok. Dan syok yang tidak segera mendapat penanganan yang tepat akan berakibat kematian,” ujar dr. Debby.

Terakhir, dr. Debby memberikan cara atau langkah-langkah untuk mencegah anak terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti pembawa demam berdarah, diantaranya adalah dengan 3M Plus. Selain itu, pencegahan demam berdarah dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi dengue pada anak usia enam tahun ke atas.

“Pencegahan dapat dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yaitu menguras atau membersihkan penampungan air, menutup rapat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, dan plus pencegahan seperti fogging.

Demam berdarah juga bisa dicegah dengan pemberian imunisasi dengue pada anak usia 6 tahun ke atas,” pungkas dr. Debby. HUMAS UNS

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
Bahasa Daerah Hampir Hilang Akibat Perkembangan Zaman – Warga Berita

Bahasa Daerah Hampir Hilang Akibat Perkembangan Zaman – Warga Berita

Memberikan Makan Bergizi Merupakan Program Strategis Perbaiki Kualitas SDM – Warga Berita

Memberikan Makan Bergizi Merupakan Program Strategis Perbaiki Kualitas SDM – Warga Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
PEMILU 2024  — Bawaslu Ingatkan Kantor Kementerian Tak Boleh Jadi Tempat Kampanye

PEMILU 2024  — Bawaslu Ingatkan Kantor Kementerian Tak Boleh Jadi Tempat Kampanye

8 Desember 2023
Counting Apples At The Farm | CoComelon Nursery Rhymes & Kids Songs

Counting Apples At The Farm | CoComelon Nursery Rhymes & Kids Songs

13 Maret 2025
Pramuka SDN Kalisari Masuk Final Lomba Festival Kehumasan Kendalisada 2024

Pramuka SDN Kalisari Masuk Final Lomba Festival Kehumasan Kendalisada 2024

3 Juni 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In