WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Dokter RS UNS Berikan Tips Pencegahan Penyakit Polio

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
11 Januari 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Dokter RS UNS Berikan Tips Pencegahan Penyakit Polio

UNS — Awal Januari 2024 kemarin, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio. Hal ini menyusul ditemukannya satu kasus positif polio di kabupaten tersebut. Melihat kejadian tersebut, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A. menyampaikan tips mencegah penyakit polio.

Polio atau Poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan hingga kematian. Virus polio ditularkan melalui tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi oleh virus polio tersebut. “Virus polio tersebut masuk ke saluran cerna lalu ke sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan,” terang dr. Debby, Kamis (11/1/2024).

Polio dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio sesuai jadwal. Kemenkes menyediakan imunisasi polio secara gratis di semua fasilitas kesehatan pemerintah. Imunisasi yang diberikan yaitu vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV) pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan vaksin polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yaitu diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.

Lantas bagaimana dampak jika anak tidak diberi imunisasi Polio? Menurut dr. Debby, ketika anak tidak mendapatkan imunisasi polio, maka anak tentunya akan lebih rentan terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Kedua, anak yang tidak diimunisasi beresiko tinggi menjadi sumber penularan penyakit polio kepada orang lain. Ketiga, tidak adanya cakupan imunisasi yang memadai dapat meningkatkan terjadinya wabah polio.

Faktor terjadinya KLB di Klaten karena adanya imunisasi polio yang tidak lengkap dan imunisasi lengkap tapi anak malnutrisi atau ketidakseimbangan nutrisi tubuh. Lantas apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya penularan polio? Faktor risiko terjadinya penularan polio yaitu karena rendahnya cakupan imunisasi polio, kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik serta masih adanya individu yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan di sungai atau pada sumber air yang digunakan sehari-hari.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan polio diantaranya pastikan anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia yaitu 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi polio suntik sebelum usia satu tahun. Kedua, menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti BAB di jamban dan cuci tangan sebelum makan dan setelah Buang Air Kecil (BAK) maupun BAB. “Ketiga, segera Laporkan kepada petugas kesehatan apabila menemukan anak dengan gejala lumpuh layu,” pungkas dr. Debby. HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

RELATED POSTS

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

UNS — Awal Januari 2024 kemarin, Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) polio. Hal ini menyusul ditemukannya satu kasus positif polio di kabupaten tersebut. Melihat kejadian tersebut, Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dr. Debby Andina Landiasari, Sp.A. menyampaikan tips mencegah penyakit polio.

Polio atau Poliomielitis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan hingga kematian. Virus polio ditularkan melalui tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi oleh virus polio tersebut. “Virus polio tersebut masuk ke saluran cerna lalu ke sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan,” terang dr. Debby, Kamis (11/1/2024).

Polio dapat dicegah dengan melakukan imunisasi polio sesuai jadwal. Kemenkes menyediakan imunisasi polio secara gratis di semua fasilitas kesehatan pemerintah. Imunisasi yang diberikan yaitu vaksin polio tetes atau Oral Polio Vaccine (OPV) pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan vaksin polio suntik atau Inactivated Polio Vaccine (IPV) yaitu diberikan pada usia 4 bulan dan 9 bulan.

Lantas bagaimana dampak jika anak tidak diberi imunisasi Polio? Menurut dr. Debby, ketika anak tidak mendapatkan imunisasi polio, maka anak tentunya akan lebih rentan terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan. Kedua, anak yang tidak diimunisasi beresiko tinggi menjadi sumber penularan penyakit polio kepada orang lain. Ketiga, tidak adanya cakupan imunisasi yang memadai dapat meningkatkan terjadinya wabah polio.

Faktor terjadinya KLB di Klaten karena adanya imunisasi polio yang tidak lengkap dan imunisasi lengkap tapi anak malnutrisi atau ketidakseimbangan nutrisi tubuh. Lantas apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya penularan polio? Faktor risiko terjadinya penularan polio yaitu karena rendahnya cakupan imunisasi polio, kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih yang kurang baik serta masih adanya individu yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan di sungai atau pada sumber air yang digunakan sehari-hari.

Pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penularan polio diantaranya pastikan anak menerima imunisasi polio lengkap sesuai usia yaitu 4 kali imunisasi polio tetes dan dua kali imunisasi polio suntik sebelum usia satu tahun. Kedua, menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti BAB di jamban dan cuci tangan sebelum makan dan setelah Buang Air Kecil (BAK) maupun BAB. “Ketiga, segera Laporkan kepada petugas kesehatan apabila menemukan anak dengan gejala lumpuh layu,” pungkas dr. Debby. HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)
Musik

Lirik Lagu KAWIN KONTRAK – KADES HOHO ALKAF & LALA WIDY (LIVE LEMBAYUNG MUSIC)

9 Oktober 2025
SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025
Uncategorized

SMK Muhammadiyah Kajen Raih Juara Futsal MILAD ke-6 UMPP 2025

16 Juni 2025
Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok
Uncategorized

Lirik Lagu Dini Kurnia – BOKONG SEMOK (Official Music Video) || FYP Tik Tok

16 Juni 2025
Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)
Musik

Lirik Lagu Twenty One Pilots – The Contract (Official Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)
Musik

Lirik Lagu Eno Smaper, Nathh – Kita Deal (Official Music Video)

9 Oktober 2025
Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video
Musik

Lirik Lagu Mawar de Jongh – Tinggal (Original Soundtrack ‘Tinggal Meninggal’) | Official Lyric Video

9 Oktober 2025
Next Post
Assessment Center dalam rangka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Melalui Mutasi Antar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPT) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang

Assessment Center dalam rangka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Melalui Mutasi Antar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPT) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang

Keluarga Melek Gizi Cikal Bakal Gen Z Berprestasi – Universitas Muhammadiyah Semarang

Keluarga Melek Gizi Cikal Bakal Gen Z Berprestasi – Universitas Muhammadiyah Semarang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Uns Selenggarakan Seminar Internasional Pembangunan Lingkungan Dan Berkelanjutan 2 1024x461.jpeg

UNS Selenggarakan Seminar Internasional Pembangunan Lingkungan dan Berkelanjutan – Universitas Sebelas Maret

22 November 2023
psi dukung luthfi

Resmi, PSI Dukung Luthfi sebagai Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah 2024

16 Agustus 2024
Gempita Bertemu dengan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Bahas Peluasan Area Tanam Jagung di Wilayah Perkebunan Sawit

Gempita Bertemu dengan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Bahas Peluasan Area Tanam Jagung di Wilayah Perkebunan Sawit

30 Mei 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In