Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan Penyuluhan dan Demo Masak MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang dihadiri oleh kader-kader posyandu di wilayah Rowosari. Diselenggarakan pada Kamis, 25 Januari 2024 di aula Puskesmas Rowosari, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para kader mengenai MP-ASI yang kaya protein, guna mencegah stunting di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Selain itu, kegiatan penyuluhan dan demo masak ini juga digelar dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-64 yang diperingati setiap tanggal 25 Januari.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSND Dr. dr. Sutopo Patria Jati, M.M., M.Kes. menegaskan manfaat protein hewani dalam pencegahan stunting. “Tema Hari Gizi kali ini adalah tentang bagaimana MP-ASI kaya protein hewani untuk cegah stunting. Pertanyaannya kenapa protein hewani? kenapa bukan protein nabati? karena dibuktikan dari hasil kajian penelitian, yang paling efektif untuk mencegah stunting adalah protein hewani,” papar dr. Sutopo dalam sambutannya sekaligus saat membuka acara penyuluhan.
Penyuluhan mengenai MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting disampaikan oleh dr. Enny Probosari, M.Si., Med., Sp.GK (K), Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro.
Usai penyuluhan, dilanjutkan dengan demo masak MP-ASI yang dipandu oleh Evi Puji Rahayu, S.Gz. dan Anang Warsito, Nutrisionis dan Juru Masak RSND. Dalam demo masak tersebut dilakukan praktik pembuatan makanan pendamping ASI yang cocok untuk anak usia dini.
Kondisi anak kurang gizi menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022. Kondisi anak kekurangan gizi terutama stunting sebesar 21,6%. Kondisi ini masih jauh dari target 14% pada tahun 2024.
Hari Gizi Nasional yang sedang diperingati ini dijadikan sebagai momentum untuk menggalakkan kegiatan promotif terutama pencegahan anak kurang gizi sedari dini. Peringatan hari gizi dapat membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi.


Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan Penyuluhan dan Demo Masak MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang dihadiri oleh kader-kader posyandu di wilayah Rowosari. Diselenggarakan pada Kamis, 25 Januari 2024 di aula Puskesmas Rowosari, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para kader mengenai MP-ASI yang kaya protein, guna mencegah stunting di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Selain itu, kegiatan penyuluhan dan demo masak ini juga digelar dalam rangka Hari Gizi Nasional ke-64 yang diperingati setiap tanggal 25 Januari.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSND Dr. dr. Sutopo Patria Jati, M.M., M.Kes. menegaskan manfaat protein hewani dalam pencegahan stunting. “Tema Hari Gizi kali ini adalah tentang bagaimana MP-ASI kaya protein hewani untuk cegah stunting. Pertanyaannya kenapa protein hewani? kenapa bukan protein nabati? karena dibuktikan dari hasil kajian penelitian, yang paling efektif untuk mencegah stunting adalah protein hewani,” papar dr. Sutopo dalam sambutannya sekaligus saat membuka acara penyuluhan.
Penyuluhan mengenai MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting disampaikan oleh dr. Enny Probosari, M.Si., Med., Sp.GK (K), Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro.
Usai penyuluhan, dilanjutkan dengan demo masak MP-ASI yang dipandu oleh Evi Puji Rahayu, S.Gz. dan Anang Warsito, Nutrisionis dan Juru Masak RSND. Dalam demo masak tersebut dilakukan praktik pembuatan makanan pendamping ASI yang cocok untuk anak usia dini.
Kondisi anak kurang gizi menjadi salah satu masalah yang menjadi perhatian utama di Indonesia. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2022. Kondisi anak kekurangan gizi terutama stunting sebesar 21,6%. Kondisi ini masih jauh dari target 14% pada tahun 2024.
Hari Gizi Nasional yang sedang diperingati ini dijadikan sebagai momentum untuk menggalakkan kegiatan promotif terutama pencegahan anak kurang gizi sedari dini. Peringatan hari gizi dapat membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kualitas makanan yang dikonsumsi.














