DESTINASI WISATA : Anggota DPRD Jateng Abu Nafi saat mencoba salah satu wahana di Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, di Kecamatan Jepon, Blora.(foto: teguh prasetyo)
BLORA – Pemberdayaan masyarakat desa bisa mengangkat derajat hidup keluarga miskin. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi B DPRD Prov Jateng Abu Nafi saat berkeliling Blora dalam program Dialog Proaktif, Rabu (24/1/2024).

Ia menyatakan, salah satu program yang perlu untuk ditingkatkan untuk pengentasan dari kemiskinan adalah pemberdayaan kepada masyarakat untuk menggiatkan perekonomian.
“Pemberdayaan masyarakat desa itu riil di masyarakat. Ketika kita mampu untuk menyiapkan program pemberdayaan untuk masyarakat dengan baik. Bekerja sama dengan tingkat desa, menumbuhkan aktivitas perekonomian masyarakat. Luar biasa ini, contohnya ada Noyo Gimbal View Blora,” ungkap pria yang kerap dipanggil Mbah Abu oleh warga Blora itu.
Mbah Abu menjelaskan, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Desa Bangsri sangat menginspirasi. Pasalnya Desa Bangsri yang tercatat sebagai salah satu desa miskin ekstrem pada 2020 itu mampu menjadi desa wisata terbaik pada 2023 lalu.
“Tiada kata selain luar biasa, beberapa tahun yang lalu tim kami didatangi oleh perangkat untuk menyampaikan aspirasinya tentang pemberdayaan desa Bangsri Blora. Alhamdulillah, kita bisa bantu sedikit, ternyata jadi monumen Patung Noyo Gimbal ini. Luar biasa, bisa menjadi daya tarik wisata di Blora, dari ekstrim bawah melejit naik InsyaAllah,” cerita Politisi PPP itu dengan sangat bahagia saat mengunjungi Noyo Gimbal View di Desa Bangsri, di Kecamatan Jepon.

Mbah Abu berharap banyak pihak yang akan terus mendukung dan bergabung program pemberdayaan masyarakat seperti Noyo Gimbal View ini. Sesuai dengan namanya Noyo Gimbal, mbah Abu merasa tidak hanya mengambil semangat melawan kolonialisme, tetapi juga membawa perubahan pada masyarakat berupa mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bangsri Saikul Amin mengatakan bahwa Noyo Gimbal merupakan bentuk serius kerja sama warga untuk mengangkat taraf hidup masyarakat desa, dimulai sejak tahun 2020. Noyo Gimbal View menggunakan prinsip swadaya masyarakat dan membuka kerjasama bagi masyarakat untuk mengembangkan Noyo Gimbal View.
“Alhamdulillah, kita puncak pernah sampai satu hari 4.000 pengunjung. Alhamdulillah, rata rata 500 setiap hari normal, kalau akhir pekan bisa penuh. Dan Alhamdulillah, ini kami bisa mempekerjakan Warga desa sampai dengan 80 orang,” jelasnya.(azam/priyanto)
DESTINASI WISATA : Anggota DPRD Jateng Abu Nafi saat mencoba salah satu wahana di Noyo Gimbal View, Desa Bangsri, di Kecamatan Jepon, Blora.(foto: teguh prasetyo)
BLORA – Pemberdayaan masyarakat desa bisa mengangkat derajat hidup keluarga miskin. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi B DPRD Prov Jateng Abu Nafi saat berkeliling Blora dalam program Dialog Proaktif, Rabu (24/1/2024).

Ia menyatakan, salah satu program yang perlu untuk ditingkatkan untuk pengentasan dari kemiskinan adalah pemberdayaan kepada masyarakat untuk menggiatkan perekonomian.
“Pemberdayaan masyarakat desa itu riil di masyarakat. Ketika kita mampu untuk menyiapkan program pemberdayaan untuk masyarakat dengan baik. Bekerja sama dengan tingkat desa, menumbuhkan aktivitas perekonomian masyarakat. Luar biasa ini, contohnya ada Noyo Gimbal View Blora,” ungkap pria yang kerap dipanggil Mbah Abu oleh warga Blora itu.
Mbah Abu menjelaskan, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Desa Bangsri sangat menginspirasi. Pasalnya Desa Bangsri yang tercatat sebagai salah satu desa miskin ekstrem pada 2020 itu mampu menjadi desa wisata terbaik pada 2023 lalu.
“Tiada kata selain luar biasa, beberapa tahun yang lalu tim kami didatangi oleh perangkat untuk menyampaikan aspirasinya tentang pemberdayaan desa Bangsri Blora. Alhamdulillah, kita bisa bantu sedikit, ternyata jadi monumen Patung Noyo Gimbal ini. Luar biasa, bisa menjadi daya tarik wisata di Blora, dari ekstrim bawah melejit naik InsyaAllah,” cerita Politisi PPP itu dengan sangat bahagia saat mengunjungi Noyo Gimbal View di Desa Bangsri, di Kecamatan Jepon.

Mbah Abu berharap banyak pihak yang akan terus mendukung dan bergabung program pemberdayaan masyarakat seperti Noyo Gimbal View ini. Sesuai dengan namanya Noyo Gimbal, mbah Abu merasa tidak hanya mengambil semangat melawan kolonialisme, tetapi juga membawa perubahan pada masyarakat berupa mengangkat kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Desa Bangsri Saikul Amin mengatakan bahwa Noyo Gimbal merupakan bentuk serius kerja sama warga untuk mengangkat taraf hidup masyarakat desa, dimulai sejak tahun 2020. Noyo Gimbal View menggunakan prinsip swadaya masyarakat dan membuka kerjasama bagi masyarakat untuk mengembangkan Noyo Gimbal View.
“Alhamdulillah, kita puncak pernah sampai satu hari 4.000 pengunjung. Alhamdulillah, rata rata 500 setiap hari normal, kalau akhir pekan bisa penuh. Dan Alhamdulillah, ini kami bisa mempekerjakan Warga desa sampai dengan 80 orang,” jelasnya.(azam/priyanto)











