
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan saat memberikan penjelasan acara Jumat Curhat Kapolda DIY, Jumat (17/5/2024) | tribunnews
YOGYAKARTA, WargaBerita – Polda DIY telah mengobok-obok markas sebanyak 12 geng pelajar dari total 36 geng yang ada di wilayah Provinsi DIY.
“Sisanya sudah hibernate atau tidak beroperasi,” ujar Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Jumat (17/5/2024).
Kapolda menuturkan, kepolisian menutup ruang gerak para anggota geng pelajar yang berbuat anarkis dengan cara meningkatkan patroli serta penempatan tim khusus yang memantau pergerakan mereka.
Hasilnya pun lumayan positif, karena berdasarkan data terkini angka kriminalitas jalanan di Yogyakarta cenderung menurun.
“Terakhir mereka beraksi waktu itu pas bukber. Mereka lempar-lempar, itu sebenarnya bentuk protes mereka karena mereka gak bisa melakukan aktivitasnya,” jelas Kapolda.
Selain upaya pencegahan melalui patroli rutin, pihaknya juga telah menjalankan program Ibu Memanggil.
Program ini sudah diaktualisasikan diseluruh kabupaten/kota yang ada di DIY.
Para orang tua dan pengurus desa sudah berkoordinasi untuk sama-sama memantau putra putri mereka.
“Ya, pokoknya anak jam 10 malam alasan kerja kelompok apapun itu, kalau 10 kali ibunya telfon gak diangkat, hubungi dukuh untuk konfirmasi. Kami punya data mereka, kalau sudah begitu itu biasanya si anak gak boleh terima telfon oleh gengnya,” jelasnya.
Suwondo menjelaskan, apabila anak ketika ditelfon berkali-kali tidak direspon besar kemungkinan anak tersebut sedang dalam satu tempat bersama gengnya.
“Kalau 10 kali telfon gak diangkat itu kami memprediksi anak itu dalam satu kelompok. Makanya kami harus datang, kami akan kirim patroli untuk datangi tempat itu,” tegas Suwondo.
Permasalahan kejahatan jalanan yang dilakukan kalangan pelajar menurut Suwondo tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak.
Polisi kini menggandeng para pakar untuk membahas solusi dari perilaku buruk sekelompok pelajar tersebut.
“Kami duduk dengan para pakar untuk membahas masalah ini. Polisi penegakan hukumn iya. Kedua preventif bersama masyarakat untuk ambil alih ‘area’ mereka. Sehingga tempat mereka bertanding gak ada karena masyarakat ambil alih,” terang dia.
Selain itu dalam waktu dekat kecanggihan teknologi smart city melalui kamera pengawas akan terpasang.
Teknologi pendeteksi individu ini dimungkinkan mampu membuat nyali para pelajar tersebut menciut.
- Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
- Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
- Redaksi :[email protected]
- Kontak : [email protected]