Daerah

M Plus Raih Prestasi Kompetisi Riset di Malaysia

Kompetisi Riset Upsi Malaysia 2.jpg

SMP Muhammadiyah Plus (M Plus) Gunungpring, Muntilan kembali berpartisipasi dalam berbagai event kompetisi akademik berskala nasional dan internasional serta meraih beberapa prestasi membanggakan.

Yang pertama, dua orang siswa yaitu Achmad kholqul dan Razin menjadi salah satu finalis OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Ini adalah Perlombaan dalam bidang sains, yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Perlombaan ini sudah dimulai sejak 20 Maret s.d. 30 April 2023 yaitu tahap pendaftaran dan pengunggahan proposal penelitian hingga pelaksanaan final berupa pameran serta presentasi hasil penelitian tanggal 6-11 November 2023.

Tim riset siswa SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring saat ikut kompetisi di Malaysia
Tim riset siswa SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring saat ikut kompetisi di Malaysia

Kepala M Plus, Evi Nurul Utami dalam keterangannya menyatakan, kedua siswanya itu berkompetisi dalam kategori lomba bidang Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa.

“Judul yang lolos dalam perlombaan ini adalah Alat Terapi Stroke untuk untuk Jari Berbasis Arduino,” kata Evi dalam keterangannya, Sabtu (11/11).

Kemudian, lanjut Evi, sebanyak 66 siswa mengikuti International Competition and Student Exchange di Malaysia.

Di sana para siswa M Plus mengikuti International Education Innovation Expo 2023 yang diselenggarakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris, Perak dan untuk Student Exchange dilaksanakan di Alnoor International School, Kuala Lumpur.

Dalam student exchange Alnoor International School kontingen M Plus mengikuti lomba robotika, Matematika, Spelling Bee, Story Telling, Speech, MTQ dan Traditional Dance

“Untuk perlombaan yang diikuti di UPSI adalah Innovative product dalam bidang riset dan robotika. Para siswa kami meraih 5 medali perak dan 6 perunggu” ujarnya.

Beberapa riset yang diajukan para siswa M Plus yaitu bio polybag sebagai pengganti polybag plastik, edible film yaitu bahan pengganti bungkus makanan plastik yang terbuat dari bahan bubuk daun kelor, tepung pati garut dan bahan tambahan lain.

“Inovasi lainnya yaitu pasta gigi dari bahan-bahan herbal dan peredam suara dari batang tembakau kering, untuk meredam suara di ruangan,” imbuh Evi.

Kompetisi ketiga yaitu ISIF (International Science and Invention Fair) yang diselenggarakan oleh IYSA (Indonesian Young Scientist Association) di Universitas Udayana, Bali pada 7-11 November 2023 lalu.

“Perlombaan yang diikuti ada 2 macam kategori, untuk bidang riset, kategorinya adalah enviroment dan untuk bidang Robotika, kategorinya adalah Technology,” Evi menambahkan.

Tiga perlombaan itu diikuti oleh kontingen berjumlah total 116 siswa dari kelas 8 dan 9. Keberangkatan mereka dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husein di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (3/11/2023) lalu.

Shares:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *