WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Lima Pejabat Digantung Al Muktabar, Pj Gubernur Dinilai Subyektif – Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
15 November 2023
Reading Time: 2 mins read
0
Img 20231115 221800.jpg

SERANG, Warga Berita – Adanya lima pejabat eselon II Pemprov Banten yang masih menjadi pelaksana tugas (Plt) tanpa jabatan definitif menjadi perhatian akademisi. Pj Gubernur Banten Al Muktabar dinilai subyektif karena menggantung kelima pejabat tersebut.

Diketahui, sejak Januari 2023 lalu, ada sebanyak 115 pejabat di Pemprov Banten yang menerima surat keputusan sebagai Plt.

Namun, beberapa bulan lalu dilakukan pengukuhan dan pelantikan eselon III dan IV, sehingga mereka ditempatkan pada jabatan definitif. Hanya saja, kelima pejabat eselon II justru hingga saat ini belum dikukuhkan menjadi pejabat definitif.

Kelimanya adalah Plt Asda I Komarudin, Plt Asda II M Yusuf, Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Beni Ismail, Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Gunawan Rusminto, dan Plt Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Soerjo Soebiandono.

Kelima pejabat itu menjadi bagian dari Penetapan sebanyak 115 pejabat di lingkup Pemprov Banten menjadi Plt yang sempat membuat gaduh suasana. Alih-alih belum mengantongi izin untuk melakukan pengukuhan atau pelantikan, ratusan pejabat Pemprov menerima surat perintah pelaksana tugas sejak 2 Januari 2023 lalu.

Mereka diminta untuk penyesuaian uraian tugas yang diharmonisasikan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-5889 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Akademisi Unsera Ahmad Sururi mengatakan, akhirnya patut diduga ada potensi dislike dari Pj Gubernur, sehingga jabatan-jabatan yang seharusnya penting dan strategis terus digantung. Pemprov Banten juga dinilai minus analisis jabatan.

Pemprov Banten masih belum memaksimalkan analisis jabatan sehingga pejabat eselon II yang menjadi Plt tanpa jabatan definitif. “Kita mengenal juga merit sistem sebagai sistem manajemen sumber daya manusia, tetapi Pj Gubernur sepertinya enggan menggunakan instrumen tersebut dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tandasnya, Rabu, 15 November 2023.

Ia mengatakan, Plt bersifat sementara, menggantikan karena pejabat definitif berhalangan tetap. Oleh karena itu jika opsi jabatan definitif tersebut terbuka untuk diisi, kenapa tidak dilakukan pengisian. “Posisinya dan persoalannya bukan pada boleh atau tidak boleh (Plt tanpa jabatan definitif – red).

Pj Gubernur bisa saja punya jawaban boleh dan gak apa-apa,” tandasnya. Akan tetapi posisinya pada mekanisme jabatan dan kepegawaian ASN Provinsi Banten yang harus berjalan secara berkesinambungan.

“Persoalannya pada upaya untuk memastikan tertibnya birokrasi Pemprov Banten,” tegas Sururi. Sehingga, jabatan definitif pada pejabat yang sudah memenuhi syarat itu penting.

Kata dia, setiap jabatan tidak boleh dipandang parsial tetapi harus komplementer. Artinya setiap jabatan di Pemprov baik di OPD atau Biro akan berpengaruh pada jabatan dan OPD lainnya baik menyangkut program pembangunan maupun keputusan-keputusan strategis.

“Apakah tidak berpikir bahwa angka pengangguran di Banten yang tinggi dan nomor saty di Indonesia merupakan akibat kelirunya kebijakan OPD dalam mengambil keputusan,” tandas Sururi.

Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

SERANG, Warga Berita – Adanya lima pejabat eselon II Pemprov Banten yang masih menjadi pelaksana tugas (Plt) tanpa jabatan definitif menjadi perhatian akademisi. Pj Gubernur Banten Al Muktabar dinilai subyektif karena menggantung kelima pejabat tersebut.

Diketahui, sejak Januari 2023 lalu, ada sebanyak 115 pejabat di Pemprov Banten yang menerima surat keputusan sebagai Plt.

Namun, beberapa bulan lalu dilakukan pengukuhan dan pelantikan eselon III dan IV, sehingga mereka ditempatkan pada jabatan definitif. Hanya saja, kelima pejabat eselon II justru hingga saat ini belum dikukuhkan menjadi pejabat definitif.

Kelimanya adalah Plt Asda I Komarudin, Plt Asda II M Yusuf, Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan dan Protokol Beni Ismail, Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Gunawan Rusminto, dan Plt Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa dan LPSE Soerjo Soebiandono.

Kelima pejabat itu menjadi bagian dari Penetapan sebanyak 115 pejabat di lingkup Pemprov Banten menjadi Plt yang sempat membuat gaduh suasana. Alih-alih belum mengantongi izin untuk melakukan pengukuhan atau pelantikan, ratusan pejabat Pemprov menerima surat perintah pelaksana tugas sejak 2 Januari 2023 lalu.

Mereka diminta untuk penyesuaian uraian tugas yang diharmonisasikan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 050-5889 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi, Validasi, dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Akademisi Unsera Ahmad Sururi mengatakan, akhirnya patut diduga ada potensi dislike dari Pj Gubernur, sehingga jabatan-jabatan yang seharusnya penting dan strategis terus digantung. Pemprov Banten juga dinilai minus analisis jabatan.

Pemprov Banten masih belum memaksimalkan analisis jabatan sehingga pejabat eselon II yang menjadi Plt tanpa jabatan definitif. “Kita mengenal juga merit sistem sebagai sistem manajemen sumber daya manusia, tetapi Pj Gubernur sepertinya enggan menggunakan instrumen tersebut dalam mengatasi permasalahan tersebut,” tandasnya, Rabu, 15 November 2023.

Ia mengatakan, Plt bersifat sementara, menggantikan karena pejabat definitif berhalangan tetap. Oleh karena itu jika opsi jabatan definitif tersebut terbuka untuk diisi, kenapa tidak dilakukan pengisian. “Posisinya dan persoalannya bukan pada boleh atau tidak boleh (Plt tanpa jabatan definitif – red).

Pj Gubernur bisa saja punya jawaban boleh dan gak apa-apa,” tandasnya. Akan tetapi posisinya pada mekanisme jabatan dan kepegawaian ASN Provinsi Banten yang harus berjalan secara berkesinambungan.

“Persoalannya pada upaya untuk memastikan tertibnya birokrasi Pemprov Banten,” tegas Sururi. Sehingga, jabatan definitif pada pejabat yang sudah memenuhi syarat itu penting.

Kata dia, setiap jabatan tidak boleh dipandang parsial tetapi harus komplementer. Artinya setiap jabatan di Pemprov baik di OPD atau Biro akan berpengaruh pada jabatan dan OPD lainnya baik menyangkut program pembangunan maupun keputusan-keputusan strategis.

“Apakah tidak berpikir bahwa angka pengangguran di Banten yang tinggi dan nomor saty di Indonesia merupakan akibat kelirunya kebijakan OPD dalam mengambil keputusan,” tandas Sururi.

Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Img 20231115 Wa0081.jpg

Jalan Desa di Kawasan Proyek Tol Serang-Panimbang Seksi 3 Amblas – Warga Berita

Img 20231115 Wa0084.jpg

Peras Pengusaha Udang Rp 345 Juta, Kades Pagelaran dan Suami Ditahan Kejari Lebak – Warga Berita

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Penghujung 2023, UNDIP Tambah 32 Guru Besar Baru

Penghujung 2023, UNDIP Tambah 32 Guru Besar Baru

7 Desember 2023
Saya Rasakan Dukungan Kalian – Warga Berita

Saya Rasakan Dukungan Kalian – Warga Berita

20 Januari 2024
Prabowo Tegaskan Tak Ragu Lanjutkan Program Jokowi – Warga Berita

Prabowo Pastikan Program Kesejahteraan Merata di Seluruh Wilayah – Warga Berita

10 Mei 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In