Daerah

Kembangkan Kewirausahaan Berbasis Nilai Islam, FEB Unimma Kolaborasi dengan PT Sriboga Flour Mill

Img 20231026 Wa0037 Scaled.jpg

Warga Berita, Magelang – Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mengembangkan Islamic entrepreneurship atau kewirausahaan berbasis nilai Islam. Program ini sangat strategis, mengingat sebagian besar penduduk di Indonesia, khususnya di Magelang beragama Islam.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unimma Rochiyati Murniningsih menjelaskan, dakwah ekonomi sedang menghadapi tantangan sangat besar. Namun ia optimistis, usaha yang dibangun dengan nilai-nilai Islam akan mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat. Terutama untuk produk-produk usaha kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kuliner.

“Wirausaha yang dibangun dengan nilai-nilai Islam meliputi semua aspek, mulai dari kejujurannya, tablighnya, produknya halal, dan semua ajaran Rasul pasti masuk,” katanya, di Auditorium Unimma Kampus 1, Rabu (25/10).

Nilai-nilai Islam itulah yang akan diimplementasikan oleh pengusaha-pengusaha muslim dalam menjalankan bisnisnya. Pihaknya pun menggelar seminar bertema “UMKM Menjawab Tantangan era Disrupsi : Membangun Sebuah Keunggulan Bisnis”. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Sriboga Flour Mill dan diikuti 200 pelaku UMKM di Magelang.

“Setiap muslim harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, General Manager Commercial PT Sriboga Flour Mill Rike Sundari mengungkapkan, pelaku UMKM sedang mengalami masa cukup sulit. Mereka sedang bertarung dengan perusahaan besar yang kini mulai merebut pasar UMKM.
“Produk-produk perusahaan besar mulai masuk ke pasar-pasar tradisional, yang notabene menjadi pasar UMKM,” terangnya.

Ia mencontohkan salah satu produk kuliner yang bersaing ketat di pasaran adalah roti. Fakta di lapangan, roti buatan UMKM harus beradu dengan roti pabrikan yang dibuat dengan mesin canggih.

“Bayangkan ketahanan roti buatan UMKM hanya 4-5 hari saja, tapi harus bertarung dengan roti (pabrik, Red) yang bisa awet sampai enam bulan,” tandasnya.

Menurutnya, fenomena ini harus disikapi dengan cepat. UMKM harus menjadi pelaku usaha yang terlatih dan naik kelas. Karena itu, bersama dengan Unimma, ratusan UMKM mendapat pelatihan manajemen bisnis, inovasi produk, sampai pemasaran. Dari seminar ini, mahasiswa FEB juga bisa melihat peluang usaha yang baru. (puts)

Shares:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *