Cium Aroma Tidak Netral, Pemuda dan Mahasiswa Warning ASN dan Kades di Pandeglang – Warga Berita

Demo Mahasiswa.jpeg

PANDEGLANG, Warga Berita – Pemuda dan Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Gerakan Peduli Pemilu (GPP) Pandeglang memberikan peringatatan kepada para ASN dan kepala desa di lingkungan Pemkab Pandeglang agar menjaga netralitasnya dalam menyukseskan Pemilu 2024.

Peringatan itu disampaikan oleh Aliansi GPP dalam aksi damai di Tugu Jam Alun-alun Pandeglang, Senin, 20 November 2023. Aliansi GPP merupakan gabungan dari kader HMI Se-Cabang Pandeglang, Forum Silaturahmi Organisasi Ekstra FSOE Pandeglang, Forum MASIP, Serikat Tani Muda, Kumala PW Pandeglang, Kumandang UNMA Banten, KNPI dan Pemuda Sadar Wisata Pandeglang.

Koordinator Aksi Damai Aliansi GPP Ade Putra menyatakan, aksi damai ini dilakukan karena mencium aroma ketidaknetralan ASN dan Kepala desa di Kabupaten Pandeglang.

“Karena kami mendengar ada arahan-arahan dari atasan mereka mencoblos mereka. Entah dari ASN atau kepala desa,” katanya dalam orasinya di Tugu Jam Alun-alun Pandeglang, Senin, 20 November 2023.

Ade menegaskan, paling sering memberikan arahan kepada masyarakat itu dari kepala desa. Oleh karena itu pihaknya mengingatkan kepada semua pihak agar menjaga netralitas untuk dapat menciptakan Pemilu bermartabat.

“Kami, aliansi Gerakan Peduli Pemilu yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kabupaten Pandeglang menyuarakan agar semua elemen masyarakat, baik penyelenggara Pemilu, Bawaslu, ASN. Kepala desa, RT, RW, TNI dan Polri serta peserta Pemilu (parpol, capres, dan caleg) agar taat terhadap hukum yang berlaku demi terciptanya Pemilu sejuk dan damai,” katanya.

Ade mengingatkan, kepada semua pihak agar bisa menaati hukum karena pihaknya menemukan banyaknya indikasi atau dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara maupun peserta Pemilu. Seperti kampanye melibatkan ASN, baik di jajaran eksekutif dan yudikatif dengan memanfaatkan program atau struktur pemerintah.

“Dalam kajian kami, kondusifitas bisa terjadi ketika semua menaati aturan main (undang-undang) yang berlaku di Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu kami meminta kepada semua pihak untuk menjaga integritas dan menikmati pesta demokrasi dengan riang gembira tanpa melakukan kecurangan dan membawa ke dalam jurang
perpecahan,” katanya.

Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi

By admin

Leave a Reply